Beritakan Tsunami Tonga, TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Dikejar Ombak Bono Riau

Kompas.com - 18/01/2022, 08:02 WIB
Tangkapan layar dari video program 9News Australia yang menayangkan video YouTuber Indonesia dikejar Ombak Bono di Pelalawan, Riau, saat memberitakan dampak tsunami Tonga. YOUTUBE 9 News AustraliaTangkapan layar dari video program 9News Australia yang menayangkan video YouTuber Indonesia dikejar Ombak Bono di Pelalawan, Riau, saat memberitakan dampak tsunami Tonga.

SYDNEY, KOMPAS.com - Stasiun televisi Australia 9News memutar video YouTuber Indonesia dikejar gulungan Ombak Bono di Pelalawan, Riau, saat memberitakan dampak tsunami Tonga.

Dalam video yang diunggah di YouTube 9 News Australia pada Minggu (16/1/2022), berita itu diberi judul Tonga in the Dark.

"Inilah video yang menunjukkan dampak dari gelombang tersebut," kata pembawa berita 9News pada detik ke-15 hingga ke-26 di awal video.

Baca juga: Setelah Gunung Meletus dan Tsunami, Tonga seperti Permukaan Bulan

Potongan video Ombak Bono kembali diulang 9News pada menit 3.03 sampai 3.25, menunjukkan gelombang di Sungai Kampar itu menerjang para YouTuber yang sedang membuat konten.

Video Ombak Bono sudah tayang di YouTube sebulan sebelum tsunami di Tonga terjadi pada Sabtu (15/1/2022) malam waktu setempat.

Salah satu angle video Ombak Bono tersebut adalah yang diunggah kanal YouTube Rina rina bono Channel cahaya pagi pada 6 Desember 2021. Video itu viral hingga mendapat 145.505 views dan 4.800 likes.

Angle lain di waktu yang sama dari video Ombak Bono di Sungai Kampar diunggah kanal YouTube Onex TM pada 7 Desember 2021. Videonya mendapat 15.153 views dan 662 likes.

Kemudian, tiga angle video Ombak Bono yang dijadikan satu sempat viral di Twitter usai diunggah akun @lerkvd pada 14 Januari 2022.

Baca juga: Profil Tonga, Negara Kecil di Pasifik yang Disapu Tsunami

Dikutip dari Kompas Travel, Ombak Bono adalah fenomena ombak dengan tinggi mencapai lima meter yang terjadi di hilir Sungai Kampar, wilayah semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Ombak Bono bisa menggulung dengan jarak 30 kilometer tanpa putus. Di dekat sumber pasang laut, Bono dapat mencapai ketinggian lima meter dan semakin berkurang di pedalaman sungai.

Dalam video YouTube berjudul Tonga rocked by volcanic eruption, Tsunami alerts for Australia, US, Canada, Japan, 9News turut mewawancarai kerabat korban tsunami Tonga, melaporkan situasi di California AS, dan Sydney.

Tsunami Tonga diketahui berdampak ke separuh dunia, hingga Australia, Amerika Serikat, Jepang, bahkan memakan dua korban jiwa di Peru.

Baca juga: Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber 9News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Jepang Tangkap Warga yang Habiskan BLT 'Nyasar' Rp 5,2 Miliar untuk Judi Online

Polisi Jepang Tangkap Warga yang Habiskan BLT "Nyasar" Rp 5,2 Miliar untuk Judi Online

Global
Rusia Mulai Turunkan BMPT-72 “Terminator”, Bisa Tembakkan Peluru Berdaya Ledak Tinggi

Rusia Mulai Turunkan BMPT-72 “Terminator”, Bisa Tembakkan Peluru Berdaya Ledak Tinggi

Global
George W Bush Salah Sebut Ukraina Jadi Irak, Penonton Tertawa

George W Bush Salah Sebut Ukraina Jadi Irak, Penonton Tertawa

Global
Penembakan Buffalo: Biden Desak Semua Orang AS Tolak Gagasan Supremasi Kulit Putih

Penembakan Buffalo: Biden Desak Semua Orang AS Tolak Gagasan Supremasi Kulit Putih

Global
India Dilanda Banjir Mematikan dan Gelombang Panas secara Bersamaan

India Dilanda Banjir Mematikan dan Gelombang Panas secara Bersamaan

Global
Nyaris 2 Juta Orang Alami Gejala Demam di Korea Utara, Baru 700 Ribu Terkonfirmasi Covid

Nyaris 2 Juta Orang Alami Gejala Demam di Korea Utara, Baru 700 Ribu Terkonfirmasi Covid

Global
 Krisis Pangan Global Semakin Parah, Sekjen PBB Berusaha Buka Keran Gandum Ukraina

Krisis Pangan Global Semakin Parah, Sekjen PBB Berusaha Buka Keran Gandum Ukraina

Global
Korea Utara Siap “Sambut” Kunjungan Biden ke Asia dengan Uji Coba Nuklir dan Rudal

Korea Utara Siap “Sambut” Kunjungan Biden ke Asia dengan Uji Coba Nuklir dan Rudal

Global
Rangkuman Hari Ke-84 Serangan Rusia ke Ukraina, Perlawanan Mariupol Tumbang, Finlandia dan Swedia Resmi Daftar NATO

Rangkuman Hari Ke-84 Serangan Rusia ke Ukraina, Perlawanan Mariupol Tumbang, Finlandia dan Swedia Resmi Daftar NATO

Global
Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Global
POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

Global
Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Global
Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Global
Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Global
Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.