Raed Salah, Pemimpin Politik Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Kompas.com - 14/12/2021, 16:39 WIB

YERUSALEM, KOMPAS.com - Pemimpin politik Palestina Sheikh Raed Salah dibebaskan dari penjara di Israel setelah menjalani hukuman 17 bulan atas tuduhan “penghasutan”.

Salah adalah seorang warga Palestina Israel dan mantan kepala Gerakan Islam utara. Dia dibebaskan dari penjara Megiddo pada Senin (13/12/2021) pagi di utara kota kelahirannya Umm al-Fahm, barat daya kota Nazareth.

Baca juga: Ledakan Besar Mengguncang Kamp Palestina di Lebanon, Korban Tewas Belum Diketahui

Puluhan orang, termasuk keluarga, teman, dan pengikutnya berkumpul di sepanjang pintu masuk utama Umm al-Fahm, dengan musik perayaan, spanduk, dan bendera untuk menyambut Salah sekembalinya ke rumah.

“Ini perasaannya campur aduk antara rasa sakit dan kebahagiaan. Ada banyak rasa sakit – dia mengalami banyak ketidakadilan. Dia membayar harga tinggi dari hidupnya karena ketidakadilan yang dia alami oleh Israel,” Khaled Zabarqa, pengacara Salah, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Dia adalah seorang Syekh bagi kita semua. Kita semua adalah Raed Salah. Laki-laki, perempuan dan anak-anak semua ada di sini untuk perayaan yang luar biasa ini untuk menyambutnya,” keponakannya, Muntaha Amara, mengatakan kepada media setempat.

Polisi Israel menangkap Salah pada Agustus 2017. Dia menghabiskan 11 bulan di balik jeruji besi tanpa dakwaan sebelum dibebaskan.

Kemudian dia ditempatkan di bawah tahanan rumah yang ketat, termasuk mengenakan monitor pergelangan kaki, selama dua tahun sementara persidangannya dilanjutkan.

Pada Agustus 2020, Salah ditangkap kembali dan dijatuhi hukuman 28 bulan penjara – termasuk waktu yang dijalani, atas empat dakwaan dari 12 dakwaan semula.

Baca juga: 9 Desember 1987: Intifada Pertama Palestina Melawan Israel

Dia didakwa atas tuduhan "hasutan untuk teror" dan mendukung organisasi terlarang - cabang utara Gerakan Islam di Israel, berdasarkan beberapa pidato publik dan unggahan Facebook, menurut pengacaranya.

“Penangkapan Syekh, hukumannya, dan berkasnya semuanya tidak adil. Dia ditahan dan dihukum berdasarkan kebebasan berbicara, berpendapat dan keyakinannya – agamanya,” kata Zabarqa.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Massal di Chicago Saat Hari Kemerdekaan AS

Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Massal di Chicago Saat Hari Kemerdekaan AS

Global
Rangkuman Hari Ke-131 Serangan Rusia ke Ukraina, Perintah Baru Putin, Pertempuran Mematikan di Donetsk

Rangkuman Hari Ke-131 Serangan Rusia ke Ukraina, Perintah Baru Putin, Pertempuran Mematikan di Donetsk

Global
Perdamaian Rusia-Ukraina, Bukan Sekali Tepuk Jadi

Perdamaian Rusia-Ukraina, Bukan Sekali Tepuk Jadi

Global
Penembakan Massal di Chicago Saat Hari Kemerdekaan AS, 6 Tewas dan 36 Luka-luka

Penembakan Massal di Chicago Saat Hari Kemerdekaan AS, 6 Tewas dan 36 Luka-luka

Global
[POPULER GLOBAL] Stok BBM Sri Lanka Tinggal Sehari | Rusia Kuasai Luhansk

[POPULER GLOBAL] Stok BBM Sri Lanka Tinggal Sehari | Rusia Kuasai Luhansk

Global
Serba-serbi Bendera Amerika Serikat: 27 Kali Perubahan dan Misteri Perancangnya

Serba-serbi Bendera Amerika Serikat: 27 Kali Perubahan dan Misteri Perancangnya

Global
USS Nautilus: Kapal Selam Nuklir Pertama AS yang Jelajahi Dunia Melalui Bawah Es Arktik

USS Nautilus: Kapal Selam Nuklir Pertama AS yang Jelajahi Dunia Melalui Bawah Es Arktik

Global
Kerugian Terbaru Ukraina yang Dilaporkan Menteri Pertahaan Rusia ke Putin

Kerugian Terbaru Ukraina yang Dilaporkan Menteri Pertahaan Rusia ke Putin

Global
Kebutuhan Biaya Rekonstruksi Ukraina Setara Pembangunan 2.500 JIS

Kebutuhan Biaya Rekonstruksi Ukraina Setara Pembangunan 2.500 JIS

Global
Mantan Pejabat Afghanistan yang Melarikan Diri Hidup Mewah, Tinggalkan Rakyatnya dalam Krisis dan Bencana

Mantan Pejabat Afghanistan yang Melarikan Diri Hidup Mewah, Tinggalkan Rakyatnya dalam Krisis dan Bencana

Global
Presiden Baru Filipina Janji Tingkatkan Produksi biji-bijian untuk Cegah Krisis Pangan

Presiden Baru Filipina Janji Tingkatkan Produksi biji-bijian untuk Cegah Krisis Pangan

Global
Kenapa Amerika Disebut Negeri Paman Sam dan Siapa Uncle Sam?

Kenapa Amerika Disebut Negeri Paman Sam dan Siapa Uncle Sam?

Internasional
Taliban Nyatakan Kelompok Afiliasi ISIS sebagai 'Sekte Palsu', Larang Warga Afghanistan Terlibat

Taliban Nyatakan Kelompok Afiliasi ISIS sebagai 'Sekte Palsu', Larang Warga Afghanistan Terlibat

Global
Haji 2022: 1 Juta Jemaah Datangi Tanah Suci Mekkah, Terbanyak Selama Pandemi Covid

Haji 2022: 1 Juta Jemaah Datangi Tanah Suci Mekkah, Terbanyak Selama Pandemi Covid

Global
Kremlin Beberkan Alasan Putin Tak Beri Selamat Hari Kemerdekaan AS ke Biden

Kremlin Beberkan Alasan Putin Tak Beri Selamat Hari Kemerdekaan AS ke Biden

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.