Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bushido: Kode Etik Samurai Jepang

Kompas.com - 15/11/2021, 08:45 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Thought Co

KOMPAS.com - Bushido adalah kode etik samurai Jepang yang mulai berkembang sekitar awal abad kedelapan hingga zaman modern, namun semangatnya terus menurun ke lapisan prajurit Jepang selanjutnya.

Kata "Bushido" berasal dari bahasa Jepang "Bushi" yang berarti "prajurit," dan "do" yang berarti "jalur" atau "jalan." Itu diterjemahkan secara harfiah sebagai "cara prajurit."

Baca juga: Sejarah Samurai : Awal Pembentukan hingga Akhir Kejayaannya di Jepang

Bushido diikuti oleh prajurit Samurai Jepang dan pendahulu mereka di Feodal Jepang, serta banyak prajurit di Asia Tengah dan Timur.

Prinsip-prinsip Bushido menekankan kehormatan, keberanian, keterampilan seni bela diri, dan kesetiaan kepada tuan prajurit (daimyo) di atas segalanya.

Ini agak mirip dengan ide-ide ksatria yang diikuti ksatria di Eropa Feodal. Hanya ada banyak cerita rakyat yang mencontohkan Bushido, seperti 47 Ronin dari legenda Jepang, seperti cerita rakyat Eropa tentang ksatria.

Baca juga: Sejarah Jepang (I): Periode Jomon hingga Lahirnya Shogun

Apa itu Bushido?

Norma lainnya yang dituntut dalam Bushido termasuk hemat, kebenaran, keberanian, kebajikan, rasa hormat, ketulusan, kehormatan, kesetiaan, dan pengendalian diri.

Banyak samurai percaya tak memiliki kemujuran di akhirat atau dalam kehidupan mereka berikutnya, menurut ajaran Buddhisme. Pasalnya, mereka dilatih untuk bertarung dan membunuh dalam kehidupan ini.

Namun demikian, kehormatan dan kesetiaan masih mereka pertahankan. Bushido pun lebih dilihat sebagai sistem etis, daripada sistem kepercayaan agama.

Idealnya, prajurit samurai harus kebal dari rasa takut akan kematian. Hanya rasa takut akan aib dan kesetiaan kepada daimyo-nya yang memotivasi samurai sejati.

Jika seorang samurai merasa bahwa dia kehilangan kehormatannya (atau akan kehilangannya) menurut aturan bushido, dia bisa mendapatkan kembali posisinya kembali dengan melakukan ritual bunuh diri yang agak menyakitkan, yang disebut "seppuku."

Baca juga: Sejarah Jepang (II): Nobunaga, Zaman Edo, hingga Zaman Modern

Jika ajaran agama perilaku feodal Eropa melarang bunuh diri, di Jepang feodal tindakan itu adalah keberanian yang luar biasa.

Seorang samurai yang melakukan seppuku tidak hanya akan mendapatkan kembali kehormatannya, dia benar-benar akan mendapatkan penghargaan atas keberaniannya dalam menghadapi kematian dengan tenang.

Prinsip itu diajarkan secara turun temurun hingga anak-anak dari kelas Samurai juga meyakini akan menghadapi kematian dengan tenang, jika terjebak dalam pertempuran atau pengepungan.

Sejarah Bushido

Ajaran tentang penggunaan dan kesempurnaan pedang sudah ditulis oleh militer Jepang pada awal abad kedelapan. Ini membentuk dogma tentang prajurit yang ideal, sebagai orang yang berani, berpendidikan tinggi, dan setia.

Antara abad ke-13 hingga 16, literatur Jepang menjunjung keberanian dan pengabdian ekstrim kepada satu keluarga dan pemimpin, dan pengembangan kecerdasan untuk prajurit.

Halaman:
Sumber Thought Co
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Global
Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Global
Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Global
Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Global
Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Global
Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Global
Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Global
Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Global
Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Global
Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Global
Lebih dari 100 Drone Iran Hujani Israel, Pertahanan Udara Israel Berpotensi Kesulitan Menghalau

Lebih dari 100 Drone Iran Hujani Israel, Pertahanan Udara Israel Berpotensi Kesulitan Menghalau

Global
Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Global
[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

Global
Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com