Junta Militer Myanmar Penjarakan Jurnalis AS 11 Tahun

Kompas.com - 15/11/2021, 08:14 WIB
Foto yang disediakan oleh keluarga ini menunjukkan Danny Fenster berpose di Yangon, Myanmar, pada 2020. Sebuah pengadilan di Myanmar yang dikuasai militer pada Jumat (12/11/2021) memvonis Fenster ditahan selama 11 tahun penjara setelah dinyatakan dia bersalah atas beberapa tuduhan, termasuk hasutan karena diduga menyebarkan informasi palsu. AP PHOTOFoto yang disediakan oleh keluarga ini menunjukkan Danny Fenster berpose di Yangon, Myanmar, pada 2020. Sebuah pengadilan di Myanmar yang dikuasai militer pada Jumat (12/11/2021) memvonis Fenster ditahan selama 11 tahun penjara setelah dinyatakan dia bersalah atas beberapa tuduhan, termasuk hasutan karena diduga menyebarkan informasi palsu.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Pengadilan Myanmar yang dikontrol junta militer menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada jurnalis AS, Danny Fenster, pada Jumat (12/11/2021).

Fenster dinyatakan bersalah karena melanggar undang-undang imigrasi, kerja sama yang melanggar hukum, dan mendorong perbedaan pendapat terhadap militer.

Pekan lalu, dia dijerat dengan dua tuduhan tambahan yakni penghasutan dan terorisme sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (13/11/2021).

Baca juga: Bill Richardson, Juru Runding Ternama AS, Tiba di Myanmar dan Dijadwalkan Bertemu Junta

Tuduhan tersebut berpotensi membuatnya mendapat hukuman maksimum penjara seumur hidup.

Pengadilan atas dakwaan terbaru terhadap Fenster akan dimulai pada 16 November.

Fenster, redaktur pelaksana situs berita online Frontier Myanmar, ditangkap di bandara internasional Yangon pada Mei.

Dia adalah satu dari lusinan jurnalis yang ditahan sejak militer melancarkan kudeta pada Februari.

Baca juga: Jokowi Bertemu Biden di Sela-sela COP26 Glasgow, Minta Junta Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

Menurut Frontier Myanmar, Fenster sebelumnya bekerja untuk Myanmar Now, sebuah situs berita independen yang kritis terhadap militer sejak kudeta.

“Tuduhan itu semua didasarkan pada tuduhan bahwa dia bekerja untuk media terlarang Myanmar Now,” tulis Frontier Myanmar.

“Danny mengundurkan diri dari Myanmar Now pada Juli 2020 dan bergabung dengan Frontier Myanmar pada bulan berikutnya. Jadi pada saat penangkapannya pada Mei 2021 dia telah bekerja dengan Frontier selama lebih dari sembilan bulan,” sambung Frontier Myanmar.

Baca juga: AS Kutuk Serangan Mengerikan Militer Myanmar Setelah Ratusan Rumah di Chin Barat Dibakar

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.