China Setop Pendanaan Proyek Batu Bara di Luar Negeri, Indonesia Akan Terdampak

Kompas.com - 28/09/2021, 17:03 WIB
Presiden China berpidato di sesi ke-76 UNGA di markas besar PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, 21 September 2021.
AP/UN WEB TV via ABC INDONESIAPresiden China berpidato di sesi ke-76 UNGA di markas besar PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, 21 September 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping telah mengumumkan bahwa China akan menghentikan pendanaan proyek batu bara di luar negeri, yang pada dasarnya akan mengakhiri aliran bantuan untuk energi kotor yang berkontribusi terhadap krisis iklim.

Xi menyampaikan pernyataannya di sidang Majelis Umum PBB di mana Presiden AS Joe Biden, yang berusaha menunjukkan kepemimpinan dalam persaingan yang berkembang dengan China, berjanji untuk menggandakan kontribusi Washington kepada negara-negara yang paling terpukul oleh perubahan iklim.

Sejauh ini China merupakan penyumbang dana terbesar untuk proyek batu bara di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Banglades saat melakukan pembangunan infrastruktur global di bawah skema Belt and Road Initiative.

Baca juga: AS Gembira China Setop Bangun PLTU Batu Bara di Luar Negeri

Bank Negara China telah dituduh oleh para aktivis sebagai penyumbang dana terbesar proyek batu bara di seluruh dunia.REUTERS/STRINGER via ABC INDONESIA Bank Negara China telah dituduh oleh para aktivis sebagai penyumbang dana terbesar proyek batu bara di seluruh dunia.
Xi telah berjanji untuk mempercepat upaya China, penghasil emisi terbesar di dunia, untuk menjadi netral karbon pada tahun 2060.

"Ini membutuhkan kerja keras yang luar biasa dan kami akan melakukan segala upaya untuk memenuhi tujuan ini," katanya dalam pidato yang direkam.

"China akan meningkatkan dukungan untuk negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon, dan tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri," kata Xi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Utusan iklim AS John Kerry menanggapi janji China untuk tidak membangun pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, dengan mengatakan dia "sangat senang" dengan langkah tersebut.

Pengumuman China mengikuti langkah serupa yang lebih dulu diambil oleh Korea Selatan dan Jepang, dua negara lain yang menawarkan dana signifikan untuk proyek batu bara.

Helen Mountford, wakil presiden untuk iklim dan ekonomi di World Resources Institute, mengatakan ini adalah "titik balik bersejarah menjauh dari bahan bakar fosil paling kotor di dunia."

"Janji China menunjukkan bahwa selang kebakaran yang merupakan pembiayaan publik internasional untuk batu bara dimatikan," katanya.

Baca juga: China Tak Mau Lagi Bangun PLTU Batu Bara di Luar Negeri, Banyak Pihak Menyambut Gembira

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.