Kompas.com - 21/08/2021, 18:14 WIB
Foto pada 9 November 2018 memperlihatkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (dua dari kanan atas); dan utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov (kanan atas), tiba untuk menghadiri pertemuan dengan Taliban dan otoritas Afghanistan di Moskwa. AP PHOTO/PAVEL GOLOVKINFoto pada 9 November 2018 memperlihatkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (dua dari kanan atas); dan utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov (kanan atas), tiba untuk menghadiri pertemuan dengan Taliban dan otoritas Afghanistan di Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Rusia untuk Afghanistan memuji tindakan Taliban mengambilalih kekuasaan negara, dan perlawanan terhadapnya akan gagal.

Duta Besar Rusia Dmitry Zhirnov berkomentar pada Jumat (20/8/2021) mencerminkan upaya Rusia untuk memperdalam hubungan dengan Taliban.

Untuk saat ini, Rusia mengakui bahwa Taliban adalah penguasa sah dari negara Afghanistan. Secara historis, Rusia juga pernah berusaha menguasai Afghanistan, tetapi gagal karena saat itu Uni Soviet menarik pasukan pada 1989.

Rusia ingin memastikan ketidakstabilan di Afghanistan tidak meluas ke Asia Tengah, bagian dari bekas Uni Soviet yang dianggapnya sebagai helaman belakang Rusia.

Baca juga: Kisah Nadia Nadim, Pemain Denmark Kelahiran Afghanistan yang Ayahnya Dibunuh Taliban

Rusia tidak ingin Asia Tengah menjadi landasan bagi kelompok bersenjata beroperasi.

Berbicara kepada kantor berita Reuters dari Kabul melalui Zoom, Zhirnov menganggap situasi keamanan di ibu kota jauh lebih baik dari pada sebelum Taliban mengambil kendali dan berbicara optimis tentang masa depan Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Suasana di Kabul dapat digambarkan dalam salah satu harapan yang hati-hati,” kata Zhirnov, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (20/8/2021).

“Ada rezim buruk yang menghilang dan orang-orang berharap. Mereka mengatakan itu tidak bisa lebih buruk, jadi itu harus lebih baik," ucapnya.

"Namun, ini adalah ujian lain yang harus dilalui Taliban. Setelah mereka memulihkan ketertiban, mereka harus mulai memperbaiki situasi sosial ekonomi," lanjutnya.

Baca juga: Wanita Afghanistan Ceritakan Kehidupan di Bawah Pemerintahan Taliban: “Semua Orang Takut”

Pejabat NATO dan Taliban mengatakan bahwa sebagian Kabul dalam kondisi tenang, kecuali di dalam dan sekitar bandara, di mana ada 12 orang terbunuh pada Minggu (15/8/2021).

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.