Kompas.com - 18/08/2021, 13:51 WIB
Foto tertanggal 28 Februari 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Orlando, Florida. AP PHOTO/JOHN RAOUXFoto tertanggal 28 Februari 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Orlando, Florida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Mantan Presiden AS Donald Trump mengutuk keras Presiden AS Joe Biden atas kekacauan yang terjadi di Kabul setelah ibu kota Afghanistan tersebut jatuh ke tangan Taliban.

Kecaman itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan Sean Hannity dari Fox News pada Selasa (17/8/2021).

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan bahwa Biden telah mempermalukan AS lebih dari presiden mana pun dalam sejarah.

Baca juga: Sederet Janji Taliban: Hormati Hak Perempuan hingga Takkan Jadi Sarang Teroris

Dia juga membandingkan bahwa kondisi Afghanistan saat ini bisa memicu hal yang lebih parah dari Krisis Penyanderaan Iran pada 1979 yang waktu itu AS dipimpin oleh Jimmy Carter.

Kala itu, para pelajar pendukung rezim Iran yang baru, menyandera 63 diplomat dan 3 warga negara AS di dalam gedung kedutaan AS di Teheran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah waktu yang mengerikan bagi negara kita. Saya tidak berpikir selama bertahun-tahun negara kita pernah begitu dipermalukan,” kata Trump sebagaimana dilansir Fox News.

“Saya tidak tahu apa yang Anda sebut, kekalahan militer atau kekalahan psikologis, tidak pernah ada hal seperti apa yang terjadi di sini: Anda dapat kembali ke Jimmy Carter dengan para sandera," sambung Trump.

Baca juga: 3 Hari Kuasa Taliban di Afghanistan: 640 Orang Jejali Pesawat AS, Milisi Berpatroli di Jalanan

Trump mempertanyakan, apakah Biden bakal menyebabkan krisis penyanderaan yang lebih buruk secara eksponensial.

Pasalnya Taliban saat ini juga menduduki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul yang dikelilingi oleh pos pemeriksaan.

"Anda berurusan dengan ribuan dan ribuan orang Amerika dan lainnya yang terdampar dan sangat berbahaya di Afghanistan. Jadi itu adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa Anda percayai,” ujar Trump.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Global
Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Global
Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global
Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Global
Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Global
Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Global
Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Global
Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Global
Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Global
Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Global
Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Global
Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Internasional
Menakutkannya Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia Sebelum Jatuh di Mana Saja

Menakutkannya Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia Sebelum Jatuh di Mana Saja

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.