Kompas.com - 18/08/2021, 08:04 WIB
Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price berbicara dalam jumpa pers di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 16 Agustus 2021. AP PHOTO/KEVIN LAMARQUEJuru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price berbicara dalam jumpa pers di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 16 Agustus 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dapat mengakui Taliban sebagai gubernur Afghanistan, asalkan mereka menghormati hak asasi manusia (HAM) dan menyertakan perempuan dalam pemerintahan mereka.

Hal itu disampaikan seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menegaskan bahwa bahwa pintu terbuka bagi kaum Islamis.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Juru Bicara Taliban Telepon dalam Siaran Langsung | 640 Warga Afghanistan Menjejali Pesawat Kapasitas 150 Orang

Taliban memberlakukan pembatasan kejam pada wanita ketika mereka memerintah negara itu dari 1996-2001, memaksa mereka untuk sepenuhnya bercadar dan sangat membatasi gerakan mereka.

Al Jazeera melaporkan ketika Taliban menguasai Kandahar pada Juli, sembilan wanita yang bekerja di Azizi Bank disuruh pergi. Kerabat laki-laki mereka kemudian diperintahkan untuk melakukan pekerjaan itu sebagai gantinya.

Pada Senin (16/8/2021) Price mengatakan AS ingin melihat kondisi deklarasi PBB terpenuhi, yang menuntut perempuan diizinkan dalam pemerintahan.

PBB menyerukan “penghentian segera semua permusuhan dan pembentukan pemerintahan baru bersatu, inklusif dan representatif melalui negosiasi inklusif – termasuk dengan partisipasi penuh, setara, dan bermakna bagi perempuan.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Price mengatakan bahwa pemerintah AS akan mengakui pemerintahan baru Afghanistan yang potensial, selama pemerintah itu inklusif.

“Fakta bahwa pemerintah Afghanistan masa depan yang menjunjung tinggi hak-hak dasar rakyatnya, yang tidak menyembunyikan teroris, dan yang melindungi hak-hak dasar rakyatnya, termasuk hak-hak dasar dasar dari setengah penduduknya, perempuan dan anak perempuannya, itu adalah pemerintah yang bisa kita ajak bekerja sama,” katanya.

Baca juga: Terungkap, Presiden Afghanistan Kabur Saat Mengaku Hendak Rapat dengan Pejabatnya

Dia tidak mengatakan bagaimana Taliban bisa meyakinkan pemerintah AS bahwa mereka telah mereformasi dirinya dengan cara itu, atau mengapa AS berpikir Taliban akan mengubah ideologi mereka.

“Pada akhirnya ketika menyangkut sikap kita (AS) terhadap pemerintahan masa depan di Afghanistan, itu akan tergantung pada tindakan pemerintah itu. Itu akan tergantung pada tindakan Taliban,” katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.