Kompas.com - 04/08/2021, 12:31 WIB
Foto dari Kementerian Informasi Malaysia menunjukkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang mengenakan masker, berbicara di sesi parlemen, Kuala Lumpur, Senin (26/7/2021). Parlemen Malaysia bersidang lagi setelah vakum tujuh bulan akibat pandemi Covid-19. KEMENTERIAN INFORMASI MALAYSIA/FAMER ROHENI via APFoto dari Kementerian Informasi Malaysia menunjukkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang mengenakan masker, berbicara di sesi parlemen, Kuala Lumpur, Senin (26/7/2021). Parlemen Malaysia bersidang lagi setelah vakum tujuh bulan akibat pandemi Covid-19.

PUTRAJAYA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin kehilangan dukungan mayoritas, setelah Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) mencabut dukungan.

Presiden Zahid Hamidi menyatakan, Dewan Tinggi UMNO dengan suara bulat menarik dukungan terhadap koalisi Perikatan Nasional.

Baca juga: Mahathir Gabung Anwar Ibrahim Tuntut Muhyiddin Lengser dari Kursi PM Malaysia

Dalam pernyataannya, Zahid menegaskan bahwa partai terbesar "Negeri Jiran" itu tetap loyal kepada Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah.

UMNO merespons teguran Raja Malaysia itu kepada Muhyiddin, karena pemerintahannya mencabut status darurat Juli lalu.

Dalam rilisnya, UMNO menerangkan Muhyiddin Yassin sudah melakukan kesalahan karena melangkahi kewenangan Sultan Abdullah.

Raja Malaysia asal Pahang itu sebenarnya sudah menyarankan agar opsi pencabutan status darurat dibahas dalam pertemuan parlemen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sultan Abdullah meminta agar debat tersebut terjadi sebelum 1 Agustus, bukan September, sesuai Artikel 150 (3) Konstitusi Malaysia.

"Tan Sri Muhyiddin Yassin harus bertanggung jawab atas kegagalan ini dan melangkahi ketetapan Agong dengan mengundurkan diri," kata UMNO.

Di situs resminya seperti dilansir World of Buzz Selasa (3/8/2021), UMNO menegaskan mencabut dukungan kepada Muhyiddin.

Dengan demikian, PM Malaysia sejak Maret 2020 itu kehilangan dukungan mayoritas, sekaligus legitimasi sebagai kepala pemerintahan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.