Jepang Lindungi Atlet Belarus Setelah Diusir Tim Olimpiadenya, Negara Lain Tawarkan Suaka

Kompas.com - 02/08/2021, 16:10 WIB
Krystsina Tsimanouskaya, of Belarus, runs in the women's 100-meter run at the 2020 Summer Olympics, Friday, July 30, 2021. Tsimanouskaya alleged her Olympic team tried to remove her from Japan in a dispute that led to a standoff Sunday, Aug. 1, at Tokyo?s main airport. An activist group supporting Tsimanouskaya said she believed her life was in danger in Belarus and would seek asylum with the Austrian embassy in Tokyo. (AP Photo/Martin Meissner) AP PHOTO/ MARTIN MEISSNERKrystsina Tsimanouskaya, of Belarus, runs in the women's 100-meter run at the 2020 Summer Olympics, Friday, July 30, 2021. Tsimanouskaya alleged her Olympic team tried to remove her from Japan in a dispute that led to a standoff Sunday, Aug. 1, at Tokyo?s main airport. An activist group supporting Tsimanouskaya said she believed her life was in danger in Belarus and would seek asylum with the Austrian embassy in Tokyo. (AP Photo/Martin Meissner)

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang atlet Belarus berada di bawah perlindungan otoritas Jepang pada Senin (2/8/2021), sehari setelah dia mengeklaim dipaksa pulang oleh timnya setelah mengkritik pelatih Olimpiade negaranya secara terbuka.

Pelari cepat, Krystsina Tsimanouskaya, mencari perlindungan polisi Jepang di Bandara Haneda pada Minggu (1/8/2021), setelah dia menolak untuk naik penerbangan ke Minsk, Komite Olimpiade Internasional dan otoritas Jepang mengonfirmasi.

“Mereka mencoba mengeluarkan saya dari negara ini tanpa izin saya,” kata Tsimanouskaya, 24 tahun, dalam rekaman video yang diunggah online oleh Yayasan Solidaritas Olahraga Belarus, atau BSSF.

IOC mengonfirmasi dalam sebuah kicauan pada Minggu (1/8/2021) bahwa Tsimanouskaya “bersama pihak berwenang di bandara Haneda.”

"Dia (Tsimanouskaya) telah memberitahu kami bahwa dia merasa aman," katanya melansir NBC News.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Pemerintah Polandia adalah yang pertama menawarkan Tsimanouskaya tempat perlindungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia ditawari visa kemanusiaan dan bebas untuk mengejar karier olahraganya di Polandia jika dia mau," kata Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Przydacz di Twitter.

Ceko juga menawarkan untuk menerima Tsimanouskaya, dan BSSF mengatakan, dia mungkin mencari suaka di Jerman atau Austria.

Pelarian Tsimanouskaya, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, terjadi ketika Presiden Belarus Alexander Lukashenko mendapat banyak dikritik karena tindakan kerasnya yang brutal terhadap lawan-lawan politik yang berusaha mencopotnya dari jabatan yang dipegangnya sejak 1994.

Presiden Komite Olimpiade Belarus adalah putra Lukashenko, Victor.

Halaman:

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.