Belarus Tutup Perbatasan dengan Ukraina, Tuduh Adanya Skenario Kudeta

Kompas.com - 03/07/2021, 08:25 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020. Alexander Astafyev/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Pemerintah Belarus menyatakan menutup perbatasan dengan Ukraina, dan menuding adanya upaya kudeta melalui penyelundupan senjata.

Presiden Alexander Lukashenko menuding, ada pihak luar yang berusaha menggulingkan pemerintahannya.

Lukashenko mengeklaim, dinas keamanan setempat berhasil membongkar sel tidur teroris yang mendapat dukungan asing.

Baca juga: Tampil Lagi di TV Akui Kesalahan, Ayah Jurnalis Oposisi Belarus Makin Yakin Ada Penganiayaan

"Mereka sudah kelewatan. Kami tidak bisa memaafkan mereka," ujar Lukashenko tanpa memberikan bukti atas klaimnya.

Pemimpin yang dijuluki diktator terahir di Eropa ini menyatakan, sejumlah negara Barat mendanai penyelundupan senjata ke sel teroris itu.

Dilansir BBC Jumat (2/7/2021), dia merinci negara itu antara lain Jerman, Lithuania, Ukraina, dan AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Senjata dalam jumlah besar datang dari Ukraina ke Belarus. Karena itu saya memerintahkan penutupan penuh perbatasan," kata Lukashenko.

Presiden sejak 1994 itu menerangkan, dia berjanji akan mengonfrontasinya dengan Kanselir Jerman Angela Merkel maupun pemimpin tertuduh lain.

Sementara dari Kiev, pemerintah setempat membantah sudah mengintervensi urusan domestik tetangganya tersebut.

Baca juga: Aktivis Belarus Tusuk Lehernya Sendiri saat Sidang, Apa Penyebabnya

Pemerintahan Volodymyr Zelensky menjelaskan, keputusan menutup perbatasan hanya akan membuat rakyat Belarus menderita.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 di Papua Nugini Melonjak, IFRC Minta Perhatian Internasional

Covid-19 di Papua Nugini Melonjak, IFRC Minta Perhatian Internasional

Global
Profil dan Kiprah Otoniel, Bos Narkoba Paling Dicari Setelah Pablo Escobar

Profil dan Kiprah Otoniel, Bos Narkoba Paling Dicari Setelah Pablo Escobar

Global
Bandar Narkoba Kolombia Otoniel Bakal Diekstradisi ke AS

Bandar Narkoba Kolombia Otoniel Bakal Diekstradisi ke AS

Global
Taliban Sambut Baik Rencana Putin Hapus Kelompoknya dari Daftar Teroris

Taliban Sambut Baik Rencana Putin Hapus Kelompoknya dari Daftar Teroris

Global
Truth Social, Situs Media Sosial Donald Trump,  Akan Digarap Bersama Pangeran Brasil

Truth Social, Situs Media Sosial Donald Trump, Akan Digarap Bersama Pangeran Brasil

Global
Sprinter Ekuador Ikon Negaranya di Olimpiade London 2012 Ditembak Mati di Rumahnya

Sprinter Ekuador Ikon Negaranya di Olimpiade London 2012 Ditembak Mati di Rumahnya

Global
AS Desak Korea Utara Berhenti Memprovokasi dan Terima Tawaran Dialog

AS Desak Korea Utara Berhenti Memprovokasi dan Terima Tawaran Dialog

Global
Berpakaian Seperti Hantu, Seorang Wanita Tewas Ditembak Tetangganya

Berpakaian Seperti Hantu, Seorang Wanita Tewas Ditembak Tetangganya

Global
Ikut Lomba Makan Hot Dog, Seorang Mahasiswa Tewas Tersedak

Ikut Lomba Makan Hot Dog, Seorang Mahasiswa Tewas Tersedak

Global
Gembong Narkoba Kolombia 'Otoniel' Ditangkap, Terbesar sejak Pablo Escobar

Gembong Narkoba Kolombia "Otoniel" Ditangkap, Terbesar sejak Pablo Escobar

Global
Bangun Proyek Kereta Maya, Meksiko Temukan Situs Arkeologi Suci Ribuan Tahun Lalu

Bangun Proyek Kereta Maya, Meksiko Temukan Situs Arkeologi Suci Ribuan Tahun Lalu

Global
Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Global
Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Global
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.