Kompas.com - 16/07/2021, 16:01 WIB
Seorang pria dengan masalah pernapasan menerima bantuan oksigen secara gratis di mobilnya di Gurudwara (kuil Sikh), ditengah mewabahnya virus corona (Covid-19), di Ghaziabad, India, Sabtu (24/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus. REUTERS/DANISH SIDDIQUISeorang pria dengan masalah pernapasan menerima bantuan oksigen secara gratis di mobilnya di Gurudwara (kuil Sikh), ditengah mewabahnya virus corona (Covid-19), di Ghaziabad, India, Sabtu (24/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah dihantam tsunami Covid-19, India langsung bergerak cepat meningkatkan fasilitas kesehatan (faskes) ketika kurva kasus baru virus corona kembali melandai.

Sejak akhir Mei kasus baru Covid-19 India turun lagi sampai kini di kisaran 30.000-40.000 per hari, setelah melonjak sangat tinggi pada April hingga pertengahan Mei, dengan puncaknya 414.433 kasus sehari pada 6 Mei 2021 menurut data Worldometers.

Namun India enggan terlena seperti yang terjadi pada akhir 2020, sehingga berakibat kelengahan dan berujung gelombang kedua yang sangat mematikan.

Baca juga: Menengok Cara India Redakan Tsunami Covid-19, Bisakah Indonesia Tiru?

Melansir India Today pada 28 Juni 2021, berikut adalah langkah-langkah peningkatan faskes di India.

1. Pengadaan ventilator

Ketika awal pandemi virus corona melanda India, banyak klinik swasta tutup, fasilitas swasta menolak menerima pasien Covid-19, sementara tempat lain terlalu mahal untuk warga miskin, yang kemudian beralih ke rumah sakit umum

Tak lama setelah itu permintaan oksigen, konsentrator oksigen, dan ventilator penyelamat hidup jauh melampaui ketersediaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekurangan peralatan medis seperti ventilator dan silinder kemudian teridentifikasi. Tiga perusahaan dipilih untuk memproduksi ventilator khusus India.

Sebagian besar produksi telah mencapai negara bagian pada Oktober 2020, tetapi penurunan jumlah kasus saat gelombang pertama menciptakan rasa puas diri.

Negara bagian seperti Punjab, Bihar, dan Uttar Pradesh tidak belajar menggunakan ratusan ventilator yang mereka miliki.

Ilustrasi ventilator atau alat bantu pernapasanSHUTTERSTOCK/DAN RACE Ilustrasi ventilator atau alat bantu pernapasan
Negara-negara bagian itu kekurangan personel terlatih. Mereka punya fasilitas, tapi harus dituntun oleh sekretaris kesehatan serikat pekerja untuk memasang peralatan. Situasi ini terjadi sampai 23 April ketika gelombang kedua menanjak.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

Global
Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.