11 Juli 1995: Pembantaian Srebrenica Tewaskan Ribuan Muslim Bosnia

Kompas.com - 11/07/2021, 11:29 WIB
Seorang wanita berdoa di pemakaman peringatan di Potocari, dekat Srebrenica, Bosnia, Selasa, 7 Juli 2020. Seperempat abad setelah mereka terbunuh di Sreberenica, delapan pria dan anak lelaki Bosnia akan dimakamkan Sabtu, 11 Juli. Lebih 8.000 Muslim Bosnia tewas dalam 10 hari pembantaian setelah kota itu dikuasai pasukan Serbia Bosnia pada bulan-bulan terakhir perang saudara 1992-95 di negara itu. AP/Kemal SofticSeorang wanita berdoa di pemakaman peringatan di Potocari, dekat Srebrenica, Bosnia, Selasa, 7 Juli 2020. Seperempat abad setelah mereka terbunuh di Sreberenica, delapan pria dan anak lelaki Bosnia akan dimakamkan Sabtu, 11 Juli. Lebih 8.000 Muslim Bosnia tewas dalam 10 hari pembantaian setelah kota itu dikuasai pasukan Serbia Bosnia pada bulan-bulan terakhir perang saudara 1992-95 di negara itu.

KOMPAS.com - Darah itu serupa lautan. Tercecer di mana-mana. Menenggelamkan Kota Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina, dengan duka.

11 Juli 1995 yang mencekam. Ribuan Muslim Bosnia, atau lebih dikenal sebagai Bosniaks, dibunuh dengan keji, dibantai tanpa perhitungan.

Inilah salah satu tragedi pembunuhan massal atau genosida terbesar di Eropa sejak akhir perang dunia kedua. Bahkan bisa dianggap salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Inilah di mana perebutan wilayah bisa menyebabkan nyawa manusia dihilangkan paksa, pergi sia-sia, dan menimbulkan luka yang tak akan pernah kering.

Baca juga: Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Tragedi ini dipicu pada tahun 1992, saat Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina, yang ketika itu merupakan bagian dari Yugoslavia, mendeklarasikan kemerdekaannya lewat referendum.

Tapi, hal ini ditentang kelompok Serbia Bosnia, yang ingin menciptakan negara Serbia Raya. Untuk mencapai tujuan ini, Bosniaks harus dihancurkan.

Perang pun tak terelakkan. Pada 1993, senjata berhadapan dengan nyawa. Beruntung, para tentara Bosnia Herzegovina bisa mengambil alih negara dengan dibantu Dewan Keamanan PBB.

Kemenangan ini ternyata semu karena pada 10 Juli 1995, Kelompok Serbia Bosnia berhasil menguasai Kota Srebrenica.

Bertahun-tahun sebelumnya, kelompok ini memang intens lakukan serangan di kota ini, hingga akhirnya bisa menguasainya.

Pasukan PBB pun menyerah, mundur dari Srebrenica. Serangan udara NATO pun juga tak mampu berbuat banyak.

Baca juga: Terpidana Kasus Pembantaian Srebrenica Hadapi Putusan Banding

Halaman:

Video Pilihan

Sumber wikipedia
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Global
Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Global
Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Global
Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Global
Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Global
Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Global
Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Global
Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Global
CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

Global
Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Global
Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Global
Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Global
Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Global
Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.