Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Kompas.com - 12/07/2020, 07:33 WIB
Seorang wanita berdoa di pemakaman peringatan di Potocari, dekat Srebrenica, Bosnia, Selasa, 7 Juli 2020. Seperempat abad setelah mereka terbunuh di Sreberenica, delapan pria dan anak lelaki Bosnia akan dimakamkan Sabtu, 11 Juli. Lebih 8.000 Muslim Bosnia tewas dalam 10 hari pembantaian setelah kota itu dikuasai pasukan Serbia Bosnia pada bulan-bulan terakhir perang saudara 1992-95 di negara itu. AP/Kemal SofticSeorang wanita berdoa di pemakaman peringatan di Potocari, dekat Srebrenica, Bosnia, Selasa, 7 Juli 2020. Seperempat abad setelah mereka terbunuh di Sreberenica, delapan pria dan anak lelaki Bosnia akan dimakamkan Sabtu, 11 Juli. Lebih 8.000 Muslim Bosnia tewas dalam 10 hari pembantaian setelah kota itu dikuasai pasukan Serbia Bosnia pada bulan-bulan terakhir perang saudara 1992-95 di negara itu.

 

KOMPAS.com - Upacara untuk menandai peringatan 25 tahun pembantaian Srebrenica, di mana lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh, akan dihadiri lebih sedikit orang karena pandemi virus corona.

Jumlah orang yang menghadiri upacara di Srebrenica biasanya mencapai puluhan ribu, tetapi acara tahun ini akan lebih kecil karena kebijakan karantina wilayah.

Akan ada layanan pemakaman untuk tujuh korban pembantaian yang baru-baru ini diidentifikasi.

'Diminta jangan takut'

"Semua yang ingin pergi akan diangkut, besar dan kecil, muda dan tua. Jangan takut ... Tidak ada yang akan membahayakanmu."

Pada tanggal 11 Juli 1995, unit-unit pasukan Serbia Bosnia merebut kota Srebrenica di Bosnia-Herzegovina.

Baca juga: Genosida di Srebrenica: Tentara Belanda Biarkan 300 Muslim Dibantai

Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan mereka secara sistematis membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat Muslim Bosnia) - pembunuhan massal terburuk di tanah Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Ratko Mladic, komandan unit Serbia Bosnia, mengatakan kepada warga sipil yang ketakutan untuk tidak takut ketika pasukannya memulai pembantaian. Mereka tidak berhenti selama 10 hari.

Pasukan penjaga perdamaian PBB yang memegang senjata ringan, yang ada di wilayah yang dinyatakan sebagai "daerah aman" PBB, tidak melakukan apa-apa ketika kekerasan berkobar di sekitar mereka.

Mantan Sekretaris Jenderal Kofi Annan kemudian menyatakan, "Tragedi Srebrenica akan selamanya menghantui sejarah PBB."

Baca juga: Terpidana Kasus Pembantaian Srebrenica Hadapi Putusan Banding

Pembantaian itu adalah bagian dari genosida yang dilakukan terhadap umat Muslim oleh pasukan Serbia Bosnia selama Perang Bosnia, salah satu dari beberapa konflik yang terjadi pada 1990-an ketika Yugoslavia bubar.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 28 Orang Terluka Dibawa ke RS, dalam Protes Anti-Pemerintah Lebanon

Ada 28 Orang Terluka Dibawa ke RS, dalam Protes Anti-Pemerintah Lebanon

Global
Pimpinan Hezbollah Bantah Keras Klaim Keterlibatannya dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon

Pimpinan Hezbollah Bantah Keras Klaim Keterlibatannya dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon

Global
Kematian akibat Covid-19 di Brasil Tembus 100.000, Para Ahli Putus Asa

Kematian akibat Covid-19 di Brasil Tembus 100.000, Para Ahli Putus Asa

Global
Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Global
Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Global
Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Global
Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Global
Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Global
Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Global
KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

Global
Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Global
Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Global
Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Global
Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Global
Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Global
komentar
Close Ads X