Kompas.com - 27/06/2021, 11:10 WIB
Polisi berdiri di sekeliling narkoba yang dibakar dalam acara upacara penghancuran bukti kejahatan di Yangon, Myanmar, pada 26 Juni 2021. Militer Myanmar menyatakan mereka menghancurkan barang bukti narkotika sekitar 500 juta poundsterling, atau Rp 10triliun. AP PHOTO/Thein ZawPolisi berdiri di sekeliling narkoba yang dibakar dalam acara upacara penghancuran bukti kejahatan di Yangon, Myanmar, pada 26 Juni 2021. Militer Myanmar menyatakan mereka menghancurkan barang bukti narkotika sekitar 500 juta poundsterling, atau Rp 10triliun.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar dilaporkan membakar narkoba maupun zat terlarang lain senilai 500 juta poundsterling (Rp 10 triliun).

Heroin, ganja, metamfetamin, maupun ketamin merupakan beberapa jenis narkotika yang dibumihanguskan oleh Myanmar.

Baca juga: Dua Kartel Narkoba Meksiko Terlibat Perang, 18 Orang Tewas

Barang bukti itu dibakar di tiga kota, Yangon, mandalay, dan Tauggy, dalam peringatan Hari Internasional PBB Menentang Narkoba dan perdagangan Gelap.

Publikasi pelenyapan zat terlarang terjadi sepekan setelah Sidang Umum PBB mengesahkan mosi kecaman kepada junta militer Myanmar.

Junta dikecam setelah melakukan kudeta dan menyingkirkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Dilansir Sky News Sabtu (26/6/2021), PBB menyerukan adanya embargo senjata selain junta harus melepaskan para tahanan politik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam klaim junta militer, kudeta mereka lakukan karena adanya kecurangan dalam pemilu November 2020. Namun, mereka tak menyertakan buktinya.

Pakar memperingatkan, ketidakstabilan Myanmar karena kudeta bisa mendorong bandar narkoba meningkatkan produksinya.

Myanmar disebut merupakan produsen besar untuk narkoba sintetis, dengan produksinya terjadi di kawasan terpencil.

Baca juga: Tokoh Oposisi AS Sebut Kartel Narkoba dan Taliban Menang Saat Biden Menjabat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Didakwa Pembunuhan Tidak Disengaja

Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Didakwa Pembunuhan Tidak Disengaja

Global
WHO: Varian Omicron Telah Menyebar di 38 Negara, Tapi Tidak Ada Kematian Karenanya

WHO: Varian Omicron Telah Menyebar di 38 Negara, Tapi Tidak Ada Kematian Karenanya

Global
Kronologi Konflik di Laut Natuna, China Tuntut Indonesia Setop Pengeboran Migas, Klaim sebagai Wilayahnya

Kronologi Konflik di Laut Natuna, China Tuntut Indonesia Setop Pengeboran Migas, Klaim sebagai Wilayahnya

Global
4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

Global
POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

Global
Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Global
Angela Merkel Pamit, Diiringi Lagu Punk dan Hati Lapang

Angela Merkel Pamit, Diiringi Lagu Punk dan Hati Lapang

Global
Kremlin: Ukraina Ingin Merebut Crimea Sama Saja Ancaman bagi Rusia

Kremlin: Ukraina Ingin Merebut Crimea Sama Saja Ancaman bagi Rusia

Global
Kronologi Masuknya Varian Omicron di Malaysia, Lebih Dulu daripada Pengumuman WHO

Kronologi Masuknya Varian Omicron di Malaysia, Lebih Dulu daripada Pengumuman WHO

Global
Belajar Tak Kenal Usia, Nenek 104 Tahun Berhasil Membaca dan Menulis

Belajar Tak Kenal Usia, Nenek 104 Tahun Berhasil Membaca dan Menulis

Global
Kata CDC Afrika soal Omicron: Tetap Tenang, Tak Perlu Panik

Kata CDC Afrika soal Omicron: Tetap Tenang, Tak Perlu Panik

Global
Tesla Boyong Kantor Pusat ke Pabrik Raksasa di Texas

Tesla Boyong Kantor Pusat ke Pabrik Raksasa di Texas

Global
Australia Tunda Kedatangan Pelajar dari Indonesia, tapi Ada yang Bisa Datang

Australia Tunda Kedatangan Pelajar dari Indonesia, tapi Ada yang Bisa Datang

Global
KBRI Roma Terus Tingkatkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Italia di Berbagai Bidang

KBRI Roma Terus Tingkatkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Italia di Berbagai Bidang

Global
Genjot Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia, KBRI Moskwa Gelar Festival Kopi Ketiga

Genjot Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia, KBRI Moskwa Gelar Festival Kopi Ketiga

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.