Kompas.com - 23/06/2021, 16:34 WIB
Ilustrasi kekerasan deeepblueIlustrasi kekerasan

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Singapura telah menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara kepada seorang wanita, karena melakukan pembunuhan asisten rumah tangga (ART) di rumahnya.

Pembunuhan dilakukan setelah lebih dari satu tahun ART tersebut mengalami pelecehan yang meliputi kelaparan, penyiksaan, dan pemukulan.

Baca juga: Sarjana Universitas Top China Menjadi ART karena Susah Cari Kerja, Netizen Heboh

Gaiyathiri Murugayan, mengaku bersalah pada Februari atas tuduhan pembunuhan, di antara 28 dakwaan terkait pelecehannya terhadap Piang Ngaih Don dari Myanmar.

ART yang berusia 24 tahun itu diketahui menjadi sasaran pemukulan selama 14 bulan, yang berujung pada kematiannya pada 2016.

Hakim See Kee Oon mengatakan bahwa meskipun Murugayan (40 tahun), menderita masalah kejiwaan yang signifikan. Adapun pelanggaran yang dilakukannya sangat mengerikan dan dilakukan dengan sengaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kejahatan yang sangat tidak manusiawi dan mengerikan adalah pertimbangan penting menjatuhkan skala hukuman dan (upaya) pencegahan kejadian serupa," kata hakim dalam hukuman, menurut transkrip yang diberikan oleh pengadilan melansir Guardian pada Selasa (22/6/2021).

“Dia menyadari tindakannya dan memiliki tujuan dalam perilakunya. Dia tidak kekurangan kapasitas untuk memahami apa yang dia lakukan.”

Baca juga: Bunuh Majikan, TKI Daryati Terbebas dari Hukuman Mati di Singapura

Hakim mengatakan jaksa penuntut menggambarkan foto "mengejutkan" yang menunjukkan bagaimana perempuan berusia 24 tahun itu disiksa, dipermalukan, dibiarkan kelaparan dan akhirnya dibunuh.

Hakim mengatakan kasus itu adalah salah satu "kasus pembunuhan terparah" di negara itu dan bahwa "kata-kata tidak dapat menggambarkan kekejaman dan perilaku mengerikan terdakwa" sebelum akhirnya meninggal.

BBC Indonesia melaporkan, Murugayan diketahui menyiksa perempuan muda itu sejak Oktober 2015, tak lama setelah Piang tiba di Singapura untuk kerja pertamanya di luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Global
Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Internasional
Terjadi Lagi Suntikan Vaksin Kosong di Malaysia, Peserta Jadi Disuntik 2 Kali

Terjadi Lagi Suntikan Vaksin Kosong di Malaysia, Peserta Jadi Disuntik 2 Kali

Global
Sukses Tangani Covid-19 Varian Delta, Melbourne dan Adelaide Akan Cabut Lockdown

Sukses Tangani Covid-19 Varian Delta, Melbourne dan Adelaide Akan Cabut Lockdown

Global
Tersangka Upaya Pembunuhan Presiden Interim Mali Meninggal dalam Tahanan

Tersangka Upaya Pembunuhan Presiden Interim Mali Meninggal dalam Tahanan

Global
komentar
Close Ads X