Kompas.com - 16/06/2021, 17:16 WIB
Pendukung calon presiden Ebrahim Raisi memegang poster dalam reli di Teheran, Iran, Senin (14/6/2021). Komite pemeriksa Iran hanya mengizinkan tujuh calon presiden untuk berkontestasi dalam pilpres pada Jumat (18/6/2021). Di antara ketujuh calon presiden yang akan berkontestasi, satu di antaranya memilih mundur. AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZIPendukung calon presiden Ebrahim Raisi memegang poster dalam reli di Teheran, Iran, Senin (14/6/2021). Komite pemeriksa Iran hanya mengizinkan tujuh calon presiden untuk berkontestasi dalam pilpres pada Jumat (18/6/2021). Di antara ketujuh calon presiden yang akan berkontestasi, satu di antaranya memilih mundur.

TEHERAN, KOMPAS.com - Hasil pemilihan presiden (Pilpres) Iran pada Jumat (18/6/2021) diharapkan dapat membentuk kembali keseimbangan politik negara serta hubungannya dengan para sekutu dan saingannya di Barat.

Melansir Al Jazeera pada Selasa (15/6/2021), kandidat konservatif Ebrahim Raisi secara luas dipandang sebagai kandidat unggul untuk menggantikan Hassan Rouhani, presiden reformis yang periode jabatan keduanya telah berakhir.

Raisi, ketua hakim Iran adalah salah satu dari 5 kandidat presiden yang memiliki pandangan garis keras.

Baca juga: Menanti Presiden Baru Iran, Tokoh Garis Keras Diprediksi Menang

Kelima kandidat lainnya adalah Amir-Hossein Ghazizadeh, Abdolnaser Hemmati, Saeed Jalili, Mohsen Mehralizadeh, dan Mohsen Rezaee.

Kemenangan salah satu kandidat tersebut akan menandakan kemungkinan perubahan dari agenda reformasi yang dipimpin oleh Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sejak 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perubahan kepemimpinan Iran tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi kekuatan Eropa yang ingin melibatkan Teheran dalam berbagai masalah, seperti perjanjian nuklir internasional 2015, serangkaian konflik regional, dan penahanan warga negara ganda.

“Hasil pemilu penting bagi negara-negara Eropa,” ujar , mengatakan kepada Al Jazeera.

Berbicara dalam kapasitas pribadi, Mamedov memperkirakan kemenangan bagi kandidat garis keras mana pun akan mengantarkan "fase minimalis" dalam hubungan antara Barat dan Iran.

Berikut adalah 4 alasan menentukannya hasil pilpres Iran bagi Barat, seperti yang dilansir dari Al Jazeera:

Baca juga: Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Perjanjian nuklir

Dalam perjanjian nuklir 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), pihak-pihak berusaha memulihkan pakta bersama setelah dirusak oleh Presiden Donald Trump, saat ia menarik secara sepihak AS dari perjanjian itu pada Mei 2018.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Global
CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

Global
POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

Global
Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Global
Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Global
Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Global
Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Global
Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Global
Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Global
China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

Global
Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Global
Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Global
Covid-19 di China: Penularan di Nanjing Paling Luas Setelah Wuhan

Covid-19 di China: Penularan di Nanjing Paling Luas Setelah Wuhan

Global
Dikira Sopir Taksi Online, Pria Ini Bunuh Mahasiswi

Dikira Sopir Taksi Online, Pria Ini Bunuh Mahasiswi

Global
Putrinya yang Berusia 12 Tahun Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Putrinya yang Berusia 12 Tahun Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Global
komentar
Close Ads X