Kompas.com - 15/06/2021, 20:32 WIB
Foto tanggal 6 Juni 2021 menunjukkan Benjamin Netanyahu saat masih menjabat Perdana Menteri Israel, berbicara di acara perayaan mengapresiasi sistem perawatan kesehatan negara dalam menangani wabah virus corona, di Yerusalem, Israel. AP PHOTO/ARIEL SCHALITFoto tanggal 6 Juni 2021 menunjukkan Benjamin Netanyahu saat masih menjabat Perdana Menteri Israel, berbicara di acara perayaan mengapresiasi sistem perawatan kesehatan negara dalam menangani wabah virus corona, di Yerusalem, Israel.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Iran bersukacita karena pemerintah yang sekarang lemah.

Pada Minggu (13/6/2021), Netanyahu harus merelakkan kursi orang nomor satu diserahkan ke mantan sekutunya, Naftali Bennett.

Baca juga: Pakar: Pemerintahan Baru Israel adalah Kesempatan Biden Atur Ulang Kesepakatan di Timur Tengah

Kekuasaan Netanyahu selama 12 tahun harus berakhir setelah Bennett dan tokoh oposisi utama Yair Lapid sepakat membentuk koalisi.

Koalisi untuk mendongkel mantan PM Israel yang akrab disapa Bibi ini begitu unik, terdiri dari sayap kanan, tengah, hingga kiri.

Netanyahu menegaskan, pemerintahan Bennett tidak akan bisa melakukan tindakan signifikan terhadap Iran.

"Sejak momen AS kembali ke perjanjian nuklir dengan Iran, pemerintahan saat ini tidak akan bisa bertindak tegas ke mereka," sindirnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintahan yang tidak bisa menentang tekanan internasional tidak layak untuk memimpin Israel," klaimnya.

Dilansir Times of Israel Minggu (13/6/2021), Netanyahu mengeklaim dia diminta menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Tak tanggung-tanggung. Permintaan itu datang dari Presiden AS Joe Biden seraya mendesak supaya perundingan damai mulai dilakukan.

"Bagaimana mungkin kita bisa menentang pendirian negara Palestina jika mayoritas pemerintah mendukung (pendirian)?" tanya Netanyahu.

Baca juga: Pemerintahan Baru Israel Masih Rapuh, Palestina Bisa Kena Dampak


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X