Kompas.com - 16/06/2021, 10:04 WIB
Asap tebal dan api membumbung dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza pada 12 Mei 2021. AFP PHOTO/QUSAY DAWUDAsap tebal dan api membumbung dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza pada 12 Mei 2021.

GAZA CITY, KOMPAS.com – Pasca-gencatan senjata yang disepakati bulan lalu, Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6/2021).

Serangan tersebut merupakan serangan udara pertama sejak Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada 21 Mei setelah saling jual-beli serangan selama 11 hari.

Melansir Reuters, serangan udara yang dilancarkan Israel tersebut merupakan tanggapan atas balon pembakar yang dikirim dari Gaza.

Baca juga: Korea Utara Sebut Israel Jadikan Gaza Rumah Jagal Manusia

Gejolak tersebut dianggap sebagai ujian pertama bagi Israel yang memiliki perdana menteri baru serta terjadi setelah acara pawai di Yerusalem Timur pada Selasa (15/6/2021) oleh kelompok nasionalis Israel.

Pawai tersebut mencapat kecaman dan ancaman dari penguasa Gaza, Hamas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Militer Israel berdalih, serangan udara yang mereka lancarkan pada Rabu menyasar kompleks bersenjata milik Hamas di Gaza City dan kota Khan Younis.

Militer Israel menambahkan, pihaknya bersiap untuk semua skenario, termasuk pertempuran baru dalam menghadapi aksi dari Gaza.

Baca juga: WHO: Jalur Gaza Butuh Bantuan Kesehatan Lebih Banyak dan Segera


Israel menuturkan, serangan udara itu dilancarkan juga sebagai tanggapan atas peluncuran balon pembakar yang menyebabkan 20 kebakaran wilayah perbatasan dekat Gaza.

Seorang juru bicara Hamas mengonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan serangan ke Gaza.

Juru bicara itu menambahkan, Palestina akan terus melanjutkan perlawanan mereka, serta membela hak-hak mereka dan situs suci di Yerusalem.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Global
15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Global
Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Global
Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Global
Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Global
780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

Global
Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Global
Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Global
komentar
Close Ads X