Kompas.com - 07/06/2021, 10:24 WIB
Seorang pria Palestina memeriksa kerusakan gedung enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran milisi di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel pada Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak. AP PHOTO/KHALIL HAMRASeorang pria Palestina memeriksa kerusakan gedung enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran milisi di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel pada Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Korea Utara mengutuk Israel karena mengubah Jalur Gaza menjadi rumah jagal manusia dan tempat pembantaian anak-anak.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada Jumat (4/6/2021) setelah konflik terbaru antara Israel dan Hamas meletus.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, kejahatan mengerikan Israel yang membunuh anak-anak merupakan tantangan berat bagi masa depan umat manusia.

Baca juga: Terkendala Diskusi, Pengiriman Vaksin ke Korea Utara Kembali Ditunda

Melansir Newsweek, aksi Israel tersebut juga dianggap Kementerian Luar Negeri Korea Utara sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa seluruh Jalur Gaza telah berubah menjadi rumah jagal manusia yang besar dan tempat pembantaian anak-anak," kata kementerian tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Segera setelah pengeboman berakhir, (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu dan pihak berwenang Israel berusaha menyembunyikan kejahatan mereka,” sambung kementerian tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara menambahkan, outlet berita internasional sangat mengutuk Israel karena terus membantai anak-anak.

Kementerian tersebut juga menuding Israel sebagai penyebab pengusiran warga Palestina, perluasan pemukiman ilegal, dan menabur benih kebencian dengan menekan ibadah warga Palestina.

Baca juga: Ratusan Anak Yatim Piatu Korea Utara, Diklaim Secara “Sukarela” Jadi Pekerja Kasar

Pernyataan dari Korea Utara tersebut bertepatan dengan Hari Internasional Anak-anak Tak Bersalah Korban Agresi ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

PBB menetapkan 4 Juni sebagai Hari Internasional Anak-anak Tak Bersalah Korban Agresi untuk menandai agresi Israel terhadap sejumlah besar korban anak-anak Palestina dan Lebanon yang tidak bersalah pada Agustus 1982.

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X