Taliban Tembak Mati 10 Pekerja Pembersih Ranjau di Afghanistan

Kompas.com - 09/06/2021, 15:11 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

KABUL, KOMPAS.com – Taliban menembak mati sedikitnya 10 pekerja pembersih ranjau di provinsi Baghlan, Afghanistan.

Laporan tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dan seorang pejabat provinsi Baghlan, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Taliban Bersedia Terima Penerjemah Afghanistan asalkan Mereka Menyesal

Melansir France24, serangan tersebut merupakan serangan terbaru yang mengguncang Afghanistan.

"Taliban memasuki kompleks pembersihan ranjau dan mulai menembaki semua orang," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tareq Arian kepada wartawan.

Juru Bicara Gubernur Baghlan Jawed Basharat mengatakan kepada AFP, insiden itu terjadi pada Selasa (8/6/2021) malam di daerah yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah.

Basharat menambahkan, para penyerang mengenakan topeng.

Baca juga: Bom Meledak di Afghanistan, 11 Orang Termasuk Anak-anak Tewas

Afghanistan adalah salah satu negara yang paling banyak ditanami ranjau di dunia, warisan konflik selama beberapa dekade.

Provinsi Baghlan sendiri telah menyaksikan sejumlah pertempuran sengit dalam beberapa bulan terakhir.

Hampir setiap hari terjadi pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah di beberapa distrik.

Baca juga: PBB Peringatkan Ada Ancaman Taliban dapat Kembali Kuasai Afghanistan

Kekerasan telah melonjak di seluruh negeri sejak 1 Mei ketika militer Amerika Serikat (AS) memulai penarikan pasukannya.

Di beberapa distrik, pemberontak juga menanam bom pinggir jalan dan ranjau untuk menargetkan pasukan pemerintah.

Tetapi, bahan peledak tersebut justru seringkali membunuh dan melukai warga sipil.

Baca juga: AS Akan Evakuasi Penerjemah di Afghanistan, Antisipasi Balasan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber France24
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

Global
Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Global
Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Global
Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Global
Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Global
FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

Global
Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Global
Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Global
Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Global
Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Global
Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Global
Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Global
ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

Global
Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Global
Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.