Kompas.com - 06/06/2021, 19:28 WIB
Dalam laporan yang dirilis Senin (1/2/2021) Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), yang memantau miliaran dolar yang dihabiskan AS di Afghanistan, mengatakan  serangan Taliban di Kabul, sedang meningkat. AP PHOTO/RAHMAT GULDalam laporan yang dirilis Senin (1/2/2021) Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), yang memantau miliaran dolar yang dihabiskan AS di Afghanistan, mengatakan serangan Taliban di Kabul, sedang meningkat.

KABUL, KOMPAS.com – Sedikitnya 11 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi meledak akibat bom pinggir jalan di Afghanistan.

Melansir TRT World, para pejabat pemerintah setempat menuduh Taliban sebagai dalang di balik ledakan bom tersebut.

Kendati demikian, tidak ada kelompok, termasuk Taliban, yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom yang terjadi pada Sabtu (5/6/2021) tersebut.

Baca juga: PBB Peringatkan Ada Ancaman Taliban dapat Kembali Kuasai Afghanistan

Gubernur Badgis Husamudim Shams mengatakan, di antara 11 penumpang yang tewas tersebut, tiga di antaranya adalah anak-anak.

Shams menuturkan, para korban tewas tersebut hendak bepergian ke kota Qala-e-Naw namun mereka meninggal karena ledakan bom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bom pinggir jalan berupa bom yang dipasang di magnet kecil dan biasa ditanam di bawah kendaraan.

Bom semacam ini dan serangan lainnya telah menargetkan anggota pasukan keamanan, hakim, pejabat pemerintah, aktivis masyarakat sipil, dan jurnalis dalam beberapa bulan terakhir di Afghanistan.

Baca juga: AS Akan Evakuasi Penerjemah di Afghanistan, Antisipasi Balasan Taliban

Ledakan tersebut terjadi beberapa jam sebelum para pemimpin senior Taliban dan pejabat PBB bertemu di Qatar untuk membahas proses perdamaian di Afghanistan.

Seorang juru bicara Taliban menulis di Twitter bahwa wakil kepala kantor politik Taliban Sher Mohammad Abbas Stanekzai menegaskan kembali komitmennya terhadap proses perdamaian Afghanistan.

Sementara itu, delegasi Taliban menjamin keamanan bagi semua staf badan-badan PBB yang relevan dan diplomat lain yang berbasis di Afghanistan.

Di sisi lain, para pejabat Afghanistan terus menuduh Taliban melakukan kekerasan terhadap pasukan pemerintah dan warga sipil.

Baca juga: ISIS Klaim Bom Shalat Jumat di Afghanistan yang Tewaskan 12 Orang

Pejabat Afghanistan menuding, Taliban kerap melancarkan kekerasan sebagai upaya untuk merebut kendali teritorial penuh atas beberapa provinsi.

Hampir 1.800 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka dalam tiga bulan pertama 2021 selama pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan milisi Taliban.

Korban sipil berjatuhan meski ada upaya untuk mengupayakan perdamaian, kata PBB pada April tahun ini.

Baca juga: Bom Meledak di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 12 Orang Tewas


Sumber TRT World
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kerusakan, China Akhirnya Matikan Reaktor di Pembangkit Nuklir Taishan

Ada Kerusakan, China Akhirnya Matikan Reaktor di Pembangkit Nuklir Taishan

Global
Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Global
Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Internasional
Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Global
Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Global
CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

Global
POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

Global
Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Global
Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Global
Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Global
Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Global
Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Global
Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Global
China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

Global
Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Global
komentar
Close Ads X