Malaysia dan Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Hentikan Serangan Israel

Kompas.com - 17/05/2021, 02:50 WIB
Roket menerangi langit malam saat mereka ditembakkan ke Israel dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 14 Mei 2021. AFP PHOTO/MOHAMMED ABEDRoket menerangi langit malam saat mereka ditembakkan ke Israel dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 14 Mei 2021.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia dan Indonesia pada Sabtu (15/5/2021) menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk melakukan intervensi dan menghentikan serangan Israel ke Gaza, sementara konflik antara pasukan Israel dan militan Palestina terus membara.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa dalam percakapan telepon dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, kedua pemimpin itu sepakat bahwa "aksi tercela" Israel harus segera dihentikan.

Baca juga: Dukung Palestina, Massa Gelar Demo Besar-besaran di AS

"Kami memiliki pandangan yang sama bahwa masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, harus bertindak cepat untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh Israel, dan menyelamatkan nyawa warga Palestina," kata Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Hingga saat ini, Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan apapun tentang situasi terkini di Palestina karena adanya tentangan dari Amerika Serikat," katanya.

Baca juga: Mitos-mitos Konflik Palestina dan Israel yang Berusia 100 Tahun

Malaysia telah lama menjadi pendukung setia perjuangan Palestina, mendorong solusi dua negara berdasarkan perbatasan sejak awal 1967.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dewan Keamanan akan secara terbuka membahas kekerasan yang memburuk pada Minggu (16/5/2021), kata para diplomat pekan ini.

Baca juga: Pertama Kali, Biden Telepon Presiden Palestina saat Konflik Berkecamuk

Dewan beranggotakan 15 orang itu telah bertemu secara tertutup pekan ini tentang konflik terburuk di kawasan itu dalam beberapa tahun, tetapi sejauh ini belum menyepakati suatu pernyataan publik, kata para diplomat.

Israel menghantam Gaza dengan serangan udara dan militan Palestina melancarkan serangan roket ke Israel pada hari Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu dalam Konflik Israel-Palestina 2021

Pejabat medis Palestina mengatakan setidaknya 136 orang, termasuk 34 anak-anak dan 21 perempuan, telah tewas di Gaza sejak pertempuran pecah pada hari Senin lalu.

Israel telah melaporkan delapan orang tewas, termasuk seorang tentara di perbatasan Gaza dan enam warga sipil, dua di antaranya anak-anak.

Di Tepi Barat, Palestina melaporkan 11 tewas setelah para demonstran dan pasukan Israel bentrok.

Baca juga: Demo Mendukung Palestina Meluas ke Penjuru Eropa


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Global
Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Global
Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Global
Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Global
Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Global
Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Internasional
POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan 'Pagpag' dari Tempat Sampah

POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan "Pagpag" dari Tempat Sampah

Global
Aktivis Greenpeace yang Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman Beruntung Tak Ditembak Sniper

Aktivis Greenpeace yang Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman Beruntung Tak Ditembak Sniper

Global
Lukai 2 Orang saat Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman, Greenpeace Minta Maaf

Lukai 2 Orang saat Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman, Greenpeace Minta Maaf

Global
Siapa Presiden Pertama di Dunia?

Siapa Presiden Pertama di Dunia?

Internasional
Penampilan Terbaru Kim Jong Un Lebih Kurus, Terserang Penyakit?

Penampilan Terbaru Kim Jong Un Lebih Kurus, Terserang Penyakit?

Global
Operation Black Tornado Marcos India: Tak Gentar Walau Peluru di Badan

Operation Black Tornado Marcos India: Tak Gentar Walau Peluru di Badan

Internasional
11.000 Pelajar Hadiri Wisuda di Wuhan Tanpa Masker dan Jaga Jarak

11.000 Pelajar Hadiri Wisuda di Wuhan Tanpa Masker dan Jaga Jarak

Global
Warga Israel Sudah Bebas Tak Pakai Masker, di Dalam atau Luar Ruangan

Warga Israel Sudah Bebas Tak Pakai Masker, di Dalam atau Luar Ruangan

Global
Iran Semakin Mendekati Batas Minimal Bahan untuk Membuat Nuklir

Iran Semakin Mendekati Batas Minimal Bahan untuk Membuat Nuklir

Global
komentar
Close Ads X