Anggota ISIS Shamima Begum Tepergok Mengantre di "Bank" yang Membayar "Uang Ilegal"

Kompas.com - 05/04/2021, 14:26 WIB
Shamima Begum, seorang perempuan anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tepergok mengantre di bank yang sering dijadikan tempat pembayaran uang ilegal di kamp al-Roj, Suriah. MAIL ON SUNDAY via The SunShamima Begum, seorang perempuan anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tepergok mengantre di bank yang sering dijadikan tempat pembayaran uang ilegal di kamp al-Roj, Suriah.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Anggota perempuan ISIS Shamima Begum dilaporkan tepergok mengantre di "bank" yang membayar "uang ilegal" dari keluarga.

Dalam video yang beredar, Shamima nampak berdiri bersama sekumpulan wanita lainnya di pusat penukaran uang "hawala" di kamp Al-Roj, utara Suriah.

Meski apa yang dilakukan Shamima tidak salah, perbuatannya dianggap ilegal menurut UU Terorisme Inggris.

Baca juga: Seperti Ini Kengerian Serangan ISIS di Kota Mozambik

Dalam undang-undang itu, pengiriman uang dilarang jika penerimanya terbukti sebagai anggota kelompok teroris seperti ISIS.

Mail on Sunday melaporkan, pelaku bisa dipenjara hingga 14 tahun jika ketahuan mengirim uang ke terduga teroris.

Adapun hawala merupakan sistem transfer di mana keluarga terduga pelaku teror mengirim uang ke seorang agen lokal.

Oleh agen, uang itu akan dikirimkan ke koleganya di kamp pengungsi, yang kemudian menyerahkannya ke penerima.

Dilansir The Sun Minggu (4/4/2021), sistem pengiriman itu digunakan oleh milisi untuk mendanai kegiatan mereka di Timur Tengah.

Para pendukung terorisme disebut sering mengirim uang ke kerabat mereka di kamp, sehingga bisa membayar orang untuk kabur.

Shamima Begum baru berusia 15 tahun ketika dia meninggalkan rumahnya di Bethnal Green, London timur, dan kabur ke Suriah.

Dia kemudian menjadi perhatian setelah pada 2019, dia ditemukan seorang jurnalis dan mengaku ingin pulang ke Inggris.

Dalam klaimnya, Shamima yang kini berusia 22 tahun itu sudah kehilangan tiga anak yang meninggal selama di Suriah.

Namun oleh pemerintah Inggris, dia tidak diizinkan pulang. Bahkan, status kewarganegaraannya juga dicabut.

Baca juga: 4 Kelompok Teroris yang Paling Mematikan di Dunia, dari ISIS hingga Boko Haram


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Sebut Varian Covid-19 yang Menyebar di India Sangat Mengkhawatirkan

WHO Sebut Varian Covid-19 yang Menyebar di India Sangat Mengkhawatirkan

Global
Israel Gelar Serangan Udara ke Jalur Gaza, 20 Orang Tewas

Israel Gelar Serangan Udara ke Jalur Gaza, 20 Orang Tewas

Global
Seorang Pria Terjebak di Jembatan Kaca Terbesar China yang Rusak

Seorang Pria Terjebak di Jembatan Kaca Terbesar China yang Rusak

Global
Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga India, Diduga Korban Covid-19

Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga India, Diduga Korban Covid-19

Global
Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza Menyusul Bentrokan di Masjid Al-Aqsa

Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza Menyusul Bentrokan di Masjid Al-Aqsa

Global
POPULER GLOBAL: Mandi Massal 'Super Spreader' Tsunami Covid-19 India | Organ Dalam Penyair Myanmar Hilang

POPULER GLOBAL: Mandi Massal "Super Spreader" Tsunami Covid-19 India | Organ Dalam Penyair Myanmar Hilang

Global
Aung San Suu Kyi Akan Hadir Langsung di Pengadilan Myanmar pada 24 Mei

Aung San Suu Kyi Akan Hadir Langsung di Pengadilan Myanmar pada 24 Mei

Global
Malaysia Lockdown Nasional sampai Juni Setelah Kasus Covid-19 Melonjak

Malaysia Lockdown Nasional sampai Juni Setelah Kasus Covid-19 Melonjak

Global
Kompleks Al-Aqsa, Situs Suci Yerusalem yang Terus Bergejolak

Kompleks Al-Aqsa, Situs Suci Yerusalem yang Terus Bergejolak

Global
Iran Mengaku Sudah Berunding dengan Arab Saudi, tapi ...

Iran Mengaku Sudah Berunding dengan Arab Saudi, tapi ...

Global
Dokter yang Merawat Alexei Navalny Sempat Hilang di Hutan Siberia

Dokter yang Merawat Alexei Navalny Sempat Hilang di Hutan Siberia

Global
Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Global
Mandi Massal di Sungai Gangga Jadi 'Super Spreader' Tsunami Covid-19 India

Mandi Massal di Sungai Gangga Jadi "Super Spreader" Tsunami Covid-19 India

Global
Ini Penyebab Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Ini Penyebab Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Global
UPDATE: Ledakan Bom di Sekolah Afganistan, 85 Tewas Kebanyakan Pelajar Putri

UPDATE: Ledakan Bom di Sekolah Afganistan, 85 Tewas Kebanyakan Pelajar Putri

Global
komentar
Close Ads X