Perancis Dorong Eropa dan AS Kirim 5 Persen Pasokan Vaksin Covid-19 ke Negara Berkembang

Kompas.com - 19/02/2021, 18:42 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020. XINHUA/UNI EROPAPresiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron mendorong pengiriman hingga 5 persen pasokan vaksin virus corona Eropa dan AS kepada negara-negara berkembang.

Melansir BBC pada Jumat (19/2/2021), Macron mengatakan kepada Financial Times (FT) bahwa kegagalan untuk membagikan vaksin virus corona secara adil akan mengakibatkan kesenjangan global.

Sejauh ini sebagian besar vaksinasi telah dilakukan oleh negara berpenghasilan tinggi.

Baca juga: Negara Kaya Diperkirakan Akan Miliki Kelebihan 1 Miliar Vaksin Covid-19

Macron mengajukan rencana untuk mengatasi ketidakseimbangan distribusi vaksin Covid-19 global, di dalam pertemuan virtual G7 yang dihadiri para pemimpin dunia pada Jumat (19/2/2021).

"Kita tidak sedang berbicara tentang jutaan atau miliaran dosis seketika, dan miliaran euro," kata Macron kepada FT.

Baca juga: 2 Perempuan Muda Menyamar dan Berpakaian Seperti Nenek-nenek Demi Disuntik Vaksin Covid-19

"Ini tentang bagaimana untuk jauh lebih cepat mengalokasikan 4-5 persen dosis (Covid-19) yang kita miliki (ke negara berkembang)," terangnya.

Macron menyebutkan bahwa Konselor Jerman Angela Merkel mendukung Eropa dalam inisiatif berbagi vaksin. Kemudian, ia berharap untuk mendapatkan dukungan juga dari AS.

Baca juga: PM Inggris Targetkan 100 Hari Anggota Negara G7 Kembangkan Vaksin Covid-19

Dengan tidak adanya skema berbagi vaksin global, menurut Macron, China dan Rusia mengisi celah tersebut, "membuka jalan bagi perang pengaruh atas vaksin".

Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden menjanjikan 4 miliar AS (Rp 56,3 triliun) untuk pendanaan skema global berbagi vaksin Covid-19 yang dikomando PBB, dikenal sebagai program Covax.

Baca juga: Pfizer Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Wanita Hamil

Sementara, Inggris yang berperan sebagai pemimpin rapat G7 tahun ini, menjanjikan akan membagikan surplus pasokan vaksin Covid-19 di dalam negerinya untuk negara kurang mampu melalui Covax.

Hingga saat ini, menurut laporan Johns Hopkins University, setidaknya ada 110 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 2,4 juta telah tewas.

Baca juga: Vatikan Ancam Karyawan yang Tolak Vaksin Covid-19 dapat Kehilangan Pekerjaan

 


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Global
200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

Global
Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Global
Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Global
Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Global
Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Global
Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Global
Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Global
Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Global
Ustaz Malaysia Dikecam karena Foto Bareng Selebgram Seksi, Ini Pembelaannya

Ustaz Malaysia Dikecam karena Foto Bareng Selebgram Seksi, Ini Pembelaannya

Global
Derek Chauvin Diputus Bersalah atas Pembunuhan George Floyd

Derek Chauvin Diputus Bersalah atas Pembunuhan George Floyd

Global
Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Depan Perang

Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Depan Perang

Global
[POPULER GLOBAL] Ustaz Foto Bareng Selebgram Seksi | Pangeran Willian Diinginkan Publik Gantikan Ratu Elizabeth II

[POPULER GLOBAL] Ustaz Foto Bareng Selebgram Seksi | Pangeran Willian Diinginkan Publik Gantikan Ratu Elizabeth II

Global
komentar
Close Ads X