Kompas.com - 19/02/2021, 15:59 WIB
Sekelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika hendak melakukan eksekusi pada 2014 di Tikrit, Irak. BBC NewsSekelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika hendak melakukan eksekusi pada 2014 di Tikrit, Irak.

TUNIS, KOMPAS.com - Sebanyak empat tentara Tunisia dibunuh dan dipenggal, dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeklaim bertanggung jawab.

Kabar itu diungkapkan oleh lembaga pemantau kelompok radikal, SITE Intelligence Group, dalam insiden yang terjadi pada 3 Februari.

SITE mengatakan pada Kamis (18/2/2021), para prajurit itu tewas dalam tiga ledakan di kawasan dekat Gunung Mghila.

Baca juga: Anggota ISIS Tak Sengaja Ledakkan Diri Saat Berpamitan, Dia dan 20 Temannya Tewas

Adapun sosok yang dipenggal oleh milisi ISIS disebut sebagai mata-mata, sebagaimana diberitakan AFP pada Jumat (19/2021).

Laporan SITE itu diperkuat keterangan Kementerian Pertahanan Tunisia, yang menyatakan korban ditugaskan di Gunung Mghila.

Kementerian pertahanan menerangkan, unit korban ditugaskan mencari elemen teroris dan terkena serangan ranjau.

Adapun dalam harian digital Al-Naba, ISIS mengeklaim mereka mengeksekusi sosok yang diduga adalah teliks aandi militer pada 20 Desember 2020.

Pria yang dibunuh di Gunung Selloum, daerah Region Kasserine, Tunisia tengah, adalah Oqba al-Dhibi dan berusia 20 tahun.

Berdasarkan laporan dari radio setempat, Dhibi sehari-hari merupakan gembala yang menjaga ternak saat dia diserang.

Gunung Mghila, dekat perbatasan Aljazair, lokasinya dekat dengan Gunung Chaambi yang merupakan persembunyian para teroris.

Merespons pembunuhan itu, Perdana Menteri Hichem Mechichi menegaskan mereka tidak akan berhenti memerangi terorisme.

Negara di Afrika Tengah itu mengalami kenaikan radikalisme sejak revolusi 2011 yang menggulingkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali.

Puluhan personel keamanan yang bertugas tewas dalam serangan kelompok jihadis dalam satu dekade terakhir.

Selain ISIS, pegungungan di kawasan tengah adalah markas bagi cabang Al-Qaeda di Islamic Maghreb atau AQIM.

Baca juga: Dinas Keamanan Rusia Tangkap Warganya yang Galang Dana untuk ISIS di Tatarstan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan 'Garis Invasi'

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan "Garis Invasi"

Global
1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya 'Ibu' Akan Menyelamatkan

1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya "Ibu" Akan Menyelamatkan

Global
Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Global
Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Global
Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Global
AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

Global
6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

Internasional
Jalankan Puasa, 2 Satpam di Malaysia Ini Disiksa Majikan

Jalankan Puasa, 2 Satpam di Malaysia Ini Disiksa Majikan

Global
Mempelai Gay Thailand Terima Permintaan Maaf Netizen Indonesia, tapi Tetap Sakit Hati

Mempelai Gay Thailand Terima Permintaan Maaf Netizen Indonesia, tapi Tetap Sakit Hati

Global
Rudy Kurniawan, Pemalsu Minuman Anggur asal Indonesia, Dideportasi dari AS

Rudy Kurniawan, Pemalsu Minuman Anggur asal Indonesia, Dideportasi dari AS

Global
komentar
Close Ads X