Dinas Keamanan Rusia Tangkap Warganya yang Galang Dana untuk ISIS di Tatarstan

Kompas.com - 17/02/2021, 18:17 WIB
Ilustrasi terorisme ShutterstockIlustrasi terorisme

MOSKWA, KOMPAS.com - Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menahan beberapa warganya yang terlibat ISIS di Republik Tatarstan dan Crimea.

Melansir kantor berita Rusia, TASS, Selasa (16/2/2021) FSB dan Layanan Pemanatauan Keuangan Federal telah mengidentifikasi warga negara Rusia di Crimea dan Tatarstan yang terlibat dalam pendanaan organisasi teroris ISIS yang dilarang Rusia.

Baca juga: Total 14 Terduga Teroris Ditangkap dengan Bendera ISIS dan Peralatan Pembuat Bom

Beberapa warga Rusia itu menyamar sebagai organisasi amal dan mengumpulkan dana mereka untuk dikirim kepada para militan di luar negeri menurut keterangan FSB.

"Beberapa orang telah ditahan. Pada 2015 sampai 2019, mereka mengumpulkan dana dengan menyamar sebagai organisasi amal dan mengirim uang kepada militan di luar negeri," tambah FSB.

Baca juga: Arkeolog yang Kepalanya Dipenggal ISIS karena Lindungi Kota Kuno Palmyra Ditemukan

Perangkat komunikasi, komputer, dan tempat penyimpanan magnetis disita selama penggeledahan.

Kasus-kasus pidana telah dibuka berdasarkan Pasal 205.1.1.1 dan 205.1.1.4 KUHP Rusia yang berkaitan dengan kegiatan terorisme.

Baca juga: Polisi: Terduga Teroris yang Ditangkap di Babel Simpatisan ISIS dan Anggota FPI

Sebelumnya pada 24 Agustus 2020, melansir Xinhua, FSB juga pernah menahan seorang tersangka yang merekrut dan menggalang dana untuk ISIS di Republik Tatarstan, Rusia.

Tersangka tersebut melakukan aksinya atas perintah utusan ISIS. Selain merekrut warga Rusia, tersangka juga merekrut orang-orang di negara persemakmuran negara merdeka lainnya ke Suriah.

FSB juga telah menemukan skema pendanaan dan jalur pengiriman dana kepada para militan yang direkrut.

Baca juga: 104 Jenazah Kelompok Minoritas Yazidi Irak Korban ISIS Akhirnya Bisa Pulang Dimakamkan


Sumber TASS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X