Kubu Demokrat Minta Trump Dimakzulkan, Ini Ancamannya jika Tak Terjadi

Kompas.com - 12/02/2021, 08:54 WIB
Massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC, 6 Januari 2021. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota untuk menghentikan Kongres AS mengesahkan kemenangan Joe Biden. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Samuel CorumMassa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC, 6 Januari 2021. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota untuk menghentikan Kongres AS mengesahkan kemenangan Joe Biden.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kubu Demokrat di DPR AS menyatakan, mantan Presiden Donald Trump haruslah dimakzulkan atas kerusuhan pada 6 Januari.

Dalam argumentasi terakhir, pihak manajer pemakzulan memeringatkan presiden ke-45 AS itu bisa membuat kekacauan lagi jika tak segera terdepak.

Pada bulan lalu, DPR AS yang dimotori Demokrat memazulkan Trump buntut kerusuhan di Gedung Capitol, yang menewaskan lima orang.

Baca juga: Mengerikan, Orangtua Diminta Dampingi Anak Jika Tonton Bukti Video Pemakzulan Trump

Presiden periode 2017 sampai 20 Januari 2021 itu dianggap menyerukan kepada pendukungnya untuk menyerbu Kongres AS.

Saat itu, massa pendukung si mantan presiden menyerbu saat Kongres tengah mengesahkan sertifikat kemenangan Joe Biden.

Selama Desember hingga Januari awal, Trump berkali-kali menyatakan kekalahannya di Pilpres AS November 2020 diwarnai kecurangan.

Dengan kini kasusnya bergulir di ranah Senat AS, dibutuhkan dua pertiga dukungan dari 100 senator agar pemakzulan sukses.

Jika impeachment disahkan, maka taipan real estat itu bisa dilarang untuk maju dalam Pilpres AS pada 2023 mendatang.

Meski begitu, kecil kemungkinan Trump bakal dimakzulkan mengingat sebagian senator Republik masih setia kepadanya.

Baca juga: Sidang Pemakzulan, Trump Disebut sebagai Panglima Penghasut

Apa yang Demokrat katakan?

Tim manajer dari DPR AS fokus kepada detil bagaimana Trump memang mengajak pendukungnya untuk berbuat onar di Gedung Capitol.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
Berniat Gali Harta Karun, Pria Ini Malah Temukan Benda yang Bikin Tersedak

Berniat Gali Harta Karun, Pria Ini Malah Temukan Benda yang Bikin Tersedak

Global
Brasil Bangun Patung Kristus Raksasa Baru, Lebih Tinggi dari Patung Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Kristus Raksasa Baru, Lebih Tinggi dari Patung Rio de Janeiro

Global
Tentara Rusia Segera Operasikan Robot Tank, Namanya Uran-9

Tentara Rusia Segera Operasikan Robot Tank, Namanya Uran-9

Global
Korban Sipil Tewas di Kudeta Myanmar Capai Lebih dari 700 Orang

Korban Sipil Tewas di Kudeta Myanmar Capai Lebih dari 700 Orang

Global
Jenazah Pangeran Philip Akan Dipindahkan Lagi, Ini Alasannya

Jenazah Pangeran Philip Akan Dipindahkan Lagi, Ini Alasannya

Global
komentar
Close Ads X