Puluhan Pengungsi Rohingya dari Kamp di Indonesia Ditemukan Kabur ke Malaysia

Kompas.com - 06/02/2021, 14:37 WIB
Kamp pengungsian Rohingya di Lhokseumawe, provinsi Aceh terlihat sepi pada 27 Januari 2021, setelah beberapa ratus pengungsi Rohingya meninggalkan kamp. AFP PHOTO/AMANDA JUFRIANKamp pengungsian Rohingya di Lhokseumawe, provinsi Aceh terlihat sepi pada 27 Januari 2021, setelah beberapa ratus pengungsi Rohingya meninggalkan kamp.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Lusinan warga Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, ditangkap ketika tiba dengan perahu di Malaysia bulan lalu. Mereka diketahui melarikan diri dari kamp pengungsi di Indonesia.

Hampir 400 anggota minoritas Muslim yang dianiaya dari Myanmar tiba dengan perahu di Indonesia tahun lalu. Mereka melakukan perjalanan yang berbahaya, dan lebih dari 100 sekarang tetap berada di sebuah kamp di Indonesia.

Kepolisian Malaysia melaporkan banyak dari mereka diyakini meminta pedagang untuk membantu menyeberang laut. Di antara mereka termasuk wanita yang ingin bersatu kembali dengan suami mereka di negara Asia Tenggara itu.

Relatif makmur, Malaysia yang mayoritas Muslim adalah tujuan utama bagi Rohingya yang melarikan diri dari kesengsaraan di kamp-kamp pengungsi Bangladesh.

Baca juga: Pengungsi Rohingya Semakin Takut Kembali ke Myanmar Setelah Kudeta

Polisi mengonfirmasi kepada AFP, sebuah kapal yang membawa 36 orang - 31 Rohingya dan lima orang Indonesia. Kapal itu dicegat saat mendarat di pantai barat Malaysia pada 6 Januari.

"Mereka memasuki Malaysia dengan perahu dari Tanjung Balai (di pulau Sumatera di Indonesia) dan mendarat di pantai," kata Abdul Rahim Jaafar, direktur keamanan internal di Kepolisian Kerajaan Malaysia pada Jumat (5/2/2021) melansir AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Migran Rohingya berjumlah 17 perempuan, tujuh laki-laki, lima laki-laki dan dua perempuan.

Abdul Rahim mengatakan mereka ditahan dan 21 orang telah didakwa memasuki Malaysia tanpa dokumen yang sah. Sementara dua orang lagi telah didakwa berdasarkan undang-undang anti-perdagangan manusia.

Berita tentang pendaratan kapal di Malaysia cocok dengan laporan dari Rohingya di kamp di Indonesia. Minggu ini, AFP  turut melaporkan puluhan wanita telah diselundupkan ke Malaysia.

Beberapa penyelundup tertangkap, sementara yang lain diyakini berhasil masuk ke "Negeri Jira." Mereka disebut kembali bersatu dengan pasangan mereka, menurut kelompok Rohingya dan organisasi hak asasi manusia.

Baca juga: Bangladesh Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil secara Besar-besaran

Hampir satu juta orang Rohingya tinggal di kamp-kamp yang luas di Bangladesh. Banyak diantaranya didirikan setelah tindakan keras militer Myanmar pada 2017 mengakibatkan pertumpahan darah, yang mendorong mereka ke negara Asia Selatan yang miskin itu.

Selama bertahun-tahun, banyak yang berusaha melarikan diri dengan perahu ke Malaysia. Mereka mengalami perjalanan laut yang mengerikan selama berbulan-bulan yang diselingi oleh penyakit dan dipukuli di perahu penyelundup.

Lebih dari 100.000 Rohingya hidup terpinggirkan di Malaysia. Mereka terdaftar sebagai pengungsi tetapi tidak diizinkan bekerja. Kondisi itu memaksa mereka melakukan pekerjaan konstruksi ilegal dan pekerjaan bergaji rendah lainnya.

Baca juga: Penderitaan Etnis Rohingya, Disiksa dan Dibunuh Jika Kabur dari Kamp


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X