Dapat Satu Kasus Covid-19, Australia Sigap Lockdown Ketat 2 Juta Warganya

Kompas.com - 01/02/2021, 22:58 WIB
Orang-orang menunggu dalam antrean untuk diuji Covid-19 di Rumah Sakit Royal Perth di Perth pada 31 Januari 2021, setelah ditemukan satu kasus Covid-19 baru. AFP PHOTO/TREVOR COLLENSOrang-orang menunggu dalam antrean untuk diuji Covid-19 di Rumah Sakit Royal Perth di Perth pada 31 Januari 2021, setelah ditemukan satu kasus Covid-19 baru.

PERTH, KOMPAS.com - Pemerintah Australia memberlakukan lockdown penuh untuk 2 juta warganya di sebagian wilayah Australia Barat.

Penguncian ketat sejumlah wilayah itu akan dilakukan selama lima hari. Pasalnya seorang penjaga keamanan hotel telah dinyatakan positif terkena virus corona.

“Wilayah metropolitan Perth dan wilayah Peel dan Barat Daya negara bagian Australia sekarang berada dalam "penguncian penuh," Perdana Menteri Australia Mark McGowan mengumumkan pada Minggu (1/2/2021) melansir CNN.

Dengan aturan itu penduduk hanya dapat meninggalkan rumah mereka untuk belanja penting, kebutuhan medis, olahraga, dan untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah atau dari jarak jauh.

Sekolah, sebagian besar bisnis, tempat hiburan, dan tempat ibadah semuanya tutup, dan restoran dibatasi hanya untuk pesanan yang dibawa pulang.

"Ini adalah situasi yang sangat serius dan kita masing-masing harus melakukan semua yang kita bisa secara pribadi untuk membantu menghentikan penyebaran di masyarakat," kata McGowan.

Wilayah metropolitan Perth serta wilayah Peel dan South West memiliki populasi gabungan lebih dari 2 juta orang. Sebagian besar penduduk tinggal di ibu kota negara bagian Perth.

Tindakan drastis itu dilakukan setelah seorang pria berusia dua puluhan yang bekerja sebagai penjaga keamanan di Sheraton Four Points, fasilitas karantina hotel, dinyatakan positif mengidap virus corona.

Baca juga: Australia Setujui Vaksin Pfizer, Begini Proses Vaksinasinya...

Dari empat kasus aktif di hotel saat pria itu sedang dalam shift, dua membawa virus corona varian Inggris dan satu virus corona varian Afrika Selatan, yang diyakini lebih menular daripada varian lain.

"Kami diberitahu bahwa penjaga itu bekerja di lantai yang sama, bagian kasus varian positif Inggris," kata McGowan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X