Kompas.com - 05/01/2021, 11:50 WIB
Salah satu adegan dalam episode terbaru musim keenam Whos the Murderer, sebuah reality show di China. Episode yang tayang pada 24 Desember itu menuai kontroversi karena banyak menyensor ornamen Natal. Mango TV/YouTube Screengrab via Oddity CentralSalah satu adegan dalam episode terbaru musim keenam Whos the Murderer, sebuah reality show di China. Episode yang tayang pada 24 Desember itu menuai kontroversi karena banyak menyensor ornamen Natal.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah program reality show di China menuai kontroversi, setelah mereka memburamkan dekorasi hotel untuk perayaan Natal.

Mango TV, kanal yang menjadi bagian dari Hunan Television, menayangkan episode terbaru Who’s the Murderer yang sudah memasuki musim keenam pada 24 Desember.

Karena bertepatan dengan Malam Natal, maka syuting dilakukan di sebuah hotel, yang saat itu tengah memajang berbagai dekorasi seperti pohon terang.

Baca juga: Jack Ma Tak Muncul di Reality Show-nya Setelah Kritik Pemerintah China

Namun, reality show itu menjadi sorotan karena menyensor ornamen itu, langkah untuk menghindari semprotan pemerintah China.

Who’s the Murderer merupakan program di mana para anggotanya memainkan beragam peran di sebuah "lokasi kejahatan", dan menebak siapa pembunuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah "Negeri Panda" dilaporkan melarang adanya festival dari negara Barat atau melakukan pemujaan terhadap agama negara lain.

Hasilnya, para pemeran Who’s the Murderer nampak beradu peran dalam "kekacauan", karena bahkan mereka mengenakan topi yang diburamkan.

Meski tidak ada dokumen resmi, praktik pelarangan berbagai kebudayaan maupun festival yang ada hubungannya dengan negara Barat mulai dilarang di China.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah sekolah melarang adanya perayaan Natal, bahkan pria mengenakan anting-anting tak luput dari sensor.

Baca juga: Barack Obama Sebut Trump Presiden Reality Show

Diduga, praktik pelarangan itu ada kaitannya dengan dokumen yang dikeluarkan Komite Pusat dan Dewan Negara Partai Komunis China.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buron 'Most Wanted' Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Buron "Most Wanted" Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Global
Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Global
Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Global
85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

Global
Masukkan Belut ke Anus untuk Redakan Sembelit, Pria Ini Hampir Mati

Masukkan Belut ke Anus untuk Redakan Sembelit, Pria Ini Hampir Mati

Global
Arab Saudi Akan Buka Pintu bagi Turis Asing yang Sudah Divaksin Dosis Penuh

Arab Saudi Akan Buka Pintu bagi Turis Asing yang Sudah Divaksin Dosis Penuh

Global
Meski Warnet Kebanjiran, Gamers Garis Keras Ini Terus Bermain

Meski Warnet Kebanjiran, Gamers Garis Keras Ini Terus Bermain

Global
Biarkan Putrinya yang Berusia 12 Tahun Diperkosa lalu Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Biarkan Putrinya yang Berusia 12 Tahun Diperkosa lalu Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Global
7 Negara Kirim Bantuan Oksigen Konsentrator ke Indonesia

7 Negara Kirim Bantuan Oksigen Konsentrator ke Indonesia

Global
Diduga Menipu, Pengacara Australia Ditangkap untuk Ketiga Kalinya di Papua Nugini

Diduga Menipu, Pengacara Australia Ditangkap untuk Ketiga Kalinya di Papua Nugini

Global
Atlet Lompat Galah AS Positif Covid-19, Atlet Olimpiade Lain Takut 'Efek Domino'

Atlet Lompat Galah AS Positif Covid-19, Atlet Olimpiade Lain Takut "Efek Domino"

Global
AS Akui Keterlibatan China dalam Konflik Afghanistan-Taliban Bisa Jadi 'Positif'

AS Akui Keterlibatan China dalam Konflik Afghanistan-Taliban Bisa Jadi "Positif"

Global
AS Akan Beri BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga yang Mau Divaksin

AS Akan Beri BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga yang Mau Divaksin

Global
Covid-19 di Thailand Memburuk, ICU Membeludak, RS Kekurangan Ranjang

Covid-19 di Thailand Memburuk, ICU Membeludak, RS Kekurangan Ranjang

Global
32 Tahun Berlalu, Korban Tewas Tragedi Hillsborough Bertambah Jadi 97

32 Tahun Berlalu, Korban Tewas Tragedi Hillsborough Bertambah Jadi 97

Global
komentar
Close Ads X