Profil Qasem Soleimani, Jenderal yang Kematiannya Melemahkan Iran

Kompas.com - 03/01/2021, 11:02 WIB
Parade pasukan Quds yang membawa potret Qasem Soleimani. ShutterstockParade pasukan Quds yang membawa potret Qasem Soleimani.

"Kalau kita kembali ke tahun-tahun sebelumnya, ada banyak laporan bahwa Soleimani bertanggung jawab menyerang tentara Amerika, saat tahun 2006 dan 2007," kata wartawan Irak Amir Musawy kepada DW.

Baca juga: Iran Gelar Peringatan Jelang 1 Tahun Kematian Jenderal Qasem Soleimani

Jenderal Qasem Soleimani juga turut berkontribusi pada taktik Hezbollah saat perang 2006 melawan Israel, dan mengamankan perjanjian gencatan senjata antara tentara Madhi dan militer Irak pada 2008.

Para petinggi "Negeri Paman Sam" menggambarkan Qasem Soleimani sebagai pemimpin penting dari ambisi Iran di wilayah tersebut.

Menurut mantan direktur CIA David Petreaus, Soleimani pernah bilang kepadanya, "Jenderal Petreaus, Anda harus tahu bahwa saya, Qasem Soleimani, mengontrol kebijakan untuk Iran terkait Irak, Lebanon, Gaza, dan Afghanistan."

Soleimani juga termasuk tokoh sentral dalam mengamankan pijakan Iran di seluruh kawasan itu.

Jenderal kelahiran 11 Maret 1957 ini berhasil menancapkan pengaruh Iran di Irak dengan memberi dukungan material dan keuangan kepada milisi Syiah, yang akhirnya bersatu sebagai Unit Mobilisasi Populer.

Baca juga: AS Sudah Bersiap jika Iran Membalas Kematian Jenderal Qasem Soleimani

Kemudian di Suriah, pasukannya membantu tentara rezim melawan pemberontak dan menumbangkan Sunni.

"Strateginya dibangun dengan gagasan memperluas pertahanan, yang akan mendorong jauh ancaman dari perbatasan Iran," ujar Sanam Vakil wakil kepala program Timur Tengah dan Afrika Utara Chatham House, kepada DW.

"Dia membangun hubungan yang kuat dengan Hezbollah di Lebanon dan kelompok- kelompok milisi di Irak," lanjutnya.

Sementara itu Letnan Jenderal Mark Hetling selaku analis terorisme, intelijen, dan keamanan nasional berkata ke CNN, Qasem Soleimani adalah pria karismatik, tenang, dan jenius.

"Melihat dia dari sudut pandang musuh, dipandang akan menciptakan banyak kecemasan di dunia," ujarnya.

Baca juga: Iran Akan Produksi Film Tentang Mendiang Jenderal Top Qasem Soleimani

Kematian yang melemahkan Iran

Tewasnya Qasem Soleimani melemahkan pengaruh regional Iran terutama di Suriah, kata Hassan Hassan analis veteran Timur Tengah dan penulis ISIS: Army of Terror.

"Peluang Iran di Suriah jauh lebih besar jika digabungkan dengan konsolidasi di Irak dan Lebanon," ujar Hassan dalam twitnya.

"Kami melihat sekilas tentang apa yang bisa atau ingin dilakukan Iran akhir-akhir ini. Kemampuannya merebut Suriah kini melemah."

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Kami Tak Akan Pernah Lupa AS Bunuh Jenderal Qasem Soleimani

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Global
Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Global
Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Global
Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Global
Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Global
Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Global
Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Global
Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Global
Wanita 58 Tahun Jatuh dari Ketinggian Lebih dari 40 Meter di Tempat Wisata Air Terjun Windin

Wanita 58 Tahun Jatuh dari Ketinggian Lebih dari 40 Meter di Tempat Wisata Air Terjun Windin

Global
Wanita Ini Tidak Sengaja Dapat 6 Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

Wanita Ini Tidak Sengaja Dapat 6 Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

Global
PBB Tanggapi Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

PBB Tanggapi Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Global
Ledakan Bus di Afghanistan Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri oleh Taliban

Ledakan Bus di Afghanistan Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri oleh Taliban

Global
Youtuber India Tewas karena Covid-19, Video Terakhirnya Bahas Perawatan Rumah Sakit

Youtuber India Tewas karena Covid-19, Video Terakhirnya Bahas Perawatan Rumah Sakit

Global
Punya 16 Istri dan 151 Anak, Kisah Pria Ini Viral

Punya 16 Istri dan 151 Anak, Kisah Pria Ini Viral

Global
Ditemukan Katak Raksasa Seukuran Bayi Manusia, Ternyata Spesies Langka

Ditemukan Katak Raksasa Seukuran Bayi Manusia, Ternyata Spesies Langka

Global
komentar
Close Ads X