Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/07/2020, 19:53 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Direktur Iranian Center for Strategic Studies dan International Relations, Amir Mousavi mengatakan bahwa memori sosok Jenderal Top Iran, Qasem Soleimani yang dibunuh Amerika Serikat (AS) akan diabadikan dalam bentuk film.

Melansir Al Masdar News, film itu, menurut Mousavi akan menceritakan Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani dengan citra model perlawanan yang tak tertandingi.

Kantor Berita Fars pada Minggu pagi (26/7/2020) mengutip ucapan Mousavi yang mengatakan bahwa Iran berinisiatif mengadakan Festival Film Perlawanan Internasional ke-16.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Kami Tak Akan Pernah Lupa AS Bunuh Jenderal Qasem Soleimani

Inisiatif festival film itu merupakan langkah unik karena melalui seni dan pembuatan film, dapat menciptakan hubungan antara resistensi, opini publik dan seniman.

Mousavi menjelaskan bahwa Festival Film Perlawanan Internasional akan merekam seluruh perlawanan di Iran, Libanon dan Suriah, khususnya juga dalam sejarah Palestina melalui karya seni teater dan film karena Palestina telah menyaksikan serangkaian bentuk perlawanan dan perjuangan.

Mousavi juga menekankan bahwa sosok Soleimani yang punya kepribadian multi-dimensi menunjukkan pentingnya produksi film tersebut. 

Melalui film, akan sangat mungkin mengangkat berbagai sudut pandang tentang figur militer top di Iran itu.

Direktur Mousavi juga mengatakan bahwa kesopanan Soleimani dalam berurusan dengan rekan-rekan militer menyebabkan popularitasnya tak tertandingi di antara para pejuang di garis depan perlawanan.

Hal itu tentu hanya dimengerti oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Sosok Soleimani dianggap contoh yang baik untuk perlawanan.

Sebelumnya, Jenderal top Iran Qasem Soleimani dilaporkan tewas dalam sebuah serangan yang berlangsung di Bandara Baghdad.

Kelompok paramiliter Irak, Hashed Al Shaabi yang disokong Teheran pada Jumat (3/1/2020) lalu melaporkan kematian jenderal terkemuka tersebut.

Baca juga: Bocorkan Keberadaan Komandan Top Qasem Soleimani, Mata-mata AS Dihukum Mati Iran

Mengutip pemberitaan Kompas.com, Jumat (3/1/2020), militer setempat mengungkapkan bahwa Bandara Baghdad diserang oleh serangkaian rudal saat tengah malam.

Rudal tersebut menghantam konvoi Hashed al-Shaabi dan menewaskan delapan orang. Soleimani adalah salah satunya.

Qasem Soleimani merupakan komandan dari Pasukan Quds, sayap Garda Revolusi yang merupakan sebuah cabang elite militer di Iran.

Baca juga: Tewasnya Jenderal Top Iran Qasem Soleimani dalam Serangan yang Diperintahkan Trump...

Hubungan Iran- AS memanas usai kematian Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, pada Jumat (3/1/2020) dini hari waktu setempat.

Bahkan, Iran melalui Garda Revolusi mulai menghujani markas pasukan AS dan sekutunya di Irak dengan "puluhan rudal".

Sumber keamanan AFP mengungkapkan, serangan itu terjadi dalam tiga gelombang selepas tengah malam waktu setempat.

Dilansir Sky News, Rabu (8/1/2020), "puluhan rudal" itu ditembakkan Divisi Luar Angkasa Garda Revolusi Iran dan dinamai dengan "Martir Soleimani".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com