Hilang Selama 25 Hari, Kim Jong Un Muncul dengan Pimpin Rapat Partai

Kompas.com - 17/11/2020, 14:24 WIB
Dalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang. AFP/KCNA VIA KNS/STRDalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Setelah tidak ada kabarnya selama 25 hari, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali muncul dengan memimpin rapat Partai Buruh.

Dalam pertemuan yang dihelat Minggu (15/11/2020), Kim mendiskusikan bagaimana cara negara dalam menangani pandemi virus corona.

Selain itu, dia juga kembali menekankan tugas untuk partai, militer, maupun ekonomi dalam menerapkan sistem bertahan di tengah wabah.

Baca juga: Tak Mau Lengah, Kim Jong Un Perintahkan Sistem Darurat Covid-19 Diperketat

Media Korea Utara KCNA melaporkan, Kim mengingatkan akan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi serta meningkatkan tugas anti-pandemi.

"Selalu paham akan tanggung jawab penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan keamanan negara," tegas Kim Jong Un.

Dilansir Yonhap Senin (16/11/2020), ini adalah penampilan perdana Kim setelah dia terakhir kali terlihat pada 22 Oktober lalu.

Saat itu, dia mengunjungi pemakaman bagi tentara China yang gugur membantu mereka dalam Perang Korea 1950-1953 di Provinsi Pyongyang Selatan.

Korea Utara selalu mengeklaim bebas virus corona, namun sejak awal tahun mereka sudah bersiaga dengan menutup dan memperketat penjagaan di perbatasan.

Selain membahas penanganan wabah, Kim dalam pertemuan itu juga menyoroti "kegiatan non-sosialis" yang terjadi di lembaga pendidikan dan masyarakat.

Secara khusus, pertemuan itu mengecam komite yang berkedudukan di Fakultas Kedokteran Universitas Pyongyang karena melakukan "kejahatan serius".

Selain itu, Kim juga menuding organisasi terkait lainnya, termasuk Komite Pusat Partai Buruh, tak bertanggung jawab dan melalaikan tugas.

Tidak dijelaskan apa kejahatan yang dituding. Kritik itu nampaknya ditujukan soal penerapan disiplin di organisasi negara yang tak serius memulihkan ekonomi karena wabah maupun bencana alam.

"Pertemuan Politbiro itu menekankan pentingnya kembali bangkit di semua elemen partai untuk memberangus praktek melawan partai," ulas KCNA.

Menteri Unifikasi Korea Selatan sendiri menyatakan mereka tidak mendapatkan informasi mengenai seperti apa tuduhan yang dimaksudkan.

Baca juga: Belum juga Respons Kemenangan Biden, Pakar: Kim Jong Un Kecewa Berat Trump Kalah Pilpres AS


Sumber Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X