Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Kompas.com - 22/10/2020, 18:28 WIB
Selain Jusuf Kalla, dewan juri tersebut terdiri dari Catherine Samba Panza - mantan Presiden Central of Arfican Republic, Adama Dieng - mantan Wakil Sekjen PBB sekaligus Penasihat Khusus Sekjen untuk Pencegahan Genosida. Juga ada Cardinal Dominique Mamberti dari Pengadilan Tertinggi Apostolic Signatura serta Michaelle Jean, Gubernur Jenderal ke-27, Panglima Tertinggi Kanada. Dewan juri itu dipimpin oleh Sekjen Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, Mohamed Mahmoud Abdulsalam. Rilis KBRI VatikanSelain Jusuf Kalla, dewan juri tersebut terdiri dari Catherine Samba Panza - mantan Presiden Central of Arfican Republic, Adama Dieng - mantan Wakil Sekjen PBB sekaligus Penasihat Khusus Sekjen untuk Pencegahan Genosida. Juga ada Cardinal Dominique Mamberti dari Pengadilan Tertinggi Apostolic Signatura serta Michaelle Jean, Gubernur Jenderal ke-27, Panglima Tertinggi Kanada. Dewan juri itu dipimpin oleh Sekjen Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, Mohamed Mahmoud Abdulsalam.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dijadwalkan akan berjumpa dengan Sri Paus Fransiskus terkait Zayed Award for Human Fraternity di Roma, Italia Jumat ( 23/10/2020) pagi waktu setempat.

Jusuf Kalla merupakan satu dari dewan juri Zayed Award yang akan berdiskusi dengan Paus tentang kriteria penilaian; misalnya komitmen dan perbuatan seseorang dalam bidang kemanusiaan, persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan.

Berdasarkan rencana tersebut, seluruh dewan juri yang berjumlah 5 orang akan beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Ruangan Pribadi Paus di Takhta Suci Vatikan.

Baca juga: Di Abu Dhabi, Paus dan Imam Besar Al Azhar Tanda Tangani Dokumen Persaudaraan Manusia

Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com pada Kamis (22/10/2020) pertemuan itu akan meminta pandangan Paus Fransiskus tentang toleransi, kemanusiaan dan persaudaraan antar sesama untuk dijadikan rujukan dewan juri dalam menilai para nominator.

Selain beraudiensi dengan Paus, dewan juri juga akan berudiensi dengan Grand Syekh Al Azhar Mesir, Syekh Ahmad Al Thayyib di Kairo dan meminta pandangan yang sama seperti yang dilakukan bersama Paus Fransiskus.

Sehari sebelumnya, pertemuan pertama dewan juri akan dimulai sejak jam 11 pagi waktu setempat.

Baca juga: Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk LGBT

Pembicaraan menyangkut jadwal proses, evaluasi dan keputusan juri tentang calon-calon penerima penghargaan telah dimulai pada september 2020 dan akan diumumkan tanggal 4 februari 2021 mendatang.

Selain mantan Wapres Jusuf Kalla, dewan juri tersebut terdiri dari Catherine Samba Panza - mantan Presiden Central of Arfican Republic, Adama Dieng - mantan Wakil Sekjen PBB sekaligus Penasihat Khusus Sekjen untuk Pencegahan Genosida.

Juga ada Cardinal Dominique Mamberti dari Pengadilan Tertinggi Apostolic Signatura serta Michaelle Jean, Gubernur Jenderal ke-27, Panglima Tertinggi Kanada.

Dewan juri itu dipimpin oleh Sekjen Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, Mohamed Mahmoud Abdulsalam.

Baca juga: Ada Pemerkosaan karena Cara Berpakaian Wanita, Al Azhar dan Mufti Mesir: Itu Alasan yang Dibuat-buat

Halaman:

Sumber Rilis
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X