Kompas.com - 20/10/2020, 14:13 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah dengan metode swab test di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah dengan metode swab test di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

KOMPAS.com - Pengaruh diplomatik Indonesia anjlok sebesar 5,2 persen akibat buruknya penanganan Covid-19, namun mengalami peningkatan reputasi dalam hubungan ekonomi sebesar 0,9 persen.

Demikian hasil survei lembaga think tank ternama Australia, Lowy Institute, yang dirilis pekan ini yang bertajuk Asia Power Index 2020 mengukur reputasi suatu negara dalam sejumlah indikator.

Asia Power Index terdiri atas delapan tolok ukur tema kekuatan, 30 subtema, serta 128 indikator.

Lebih dari setengah indikator-indikator ini merupakan hasil riset Lowy sendiri dan selebihnya dikompilasi dari sejumlah sumber publikasi nasional dan internasional.

Laporan Lowy yang diterima ABC Indonesia menyebutkan reputasi Indonesia juga mengalami penurunan dalam hal jaringan pertahanan, ketangguhan, dan kapabilitas militer.

Baca juga: Gelombang Kedua Covid-19 di Eropa Lebih Buruk dari Gelombang Pertama

Sebaliknya, Indonesia meraih poin tertinggi di bidang relasi ekonomi, pengaruh budaya, kapabilitas ekonomi serta sumber daya masa depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Faktor terbesar yang berkontribusi terhadap menurunnya kekuatan Indonesia di Asia tahun ini yaitu cara mereka menangani Covid-19," jelas Alyssa Leng dari Lowy Institute dan terlibat dalam survei ini.

"(Penanganan Covid-19 Indonesia) terburuk kelima di antara negara-negara kawasan," katanya kepada wartawan ABC Indonesia Farid M Ibrahim.

Laporan Lowy menyebutkan secara keseluruhan skor Indonesia tahun ini menurun 0,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Indonesia termasuk salah satu dari 18 negara di kawasan yang juga mengalami penurunan reputasi, terutama karena dampak pandemi virus corona.

Baca juga: KPU: Jika Pandemi Covid-19 Makin Buruk, Pilkada Memungkinkan Ditunda

Disebutkan, Indonesia mendapatkan skor terbaik untuk sumber daya masa depan, menempati urusan ke-5, namun mendapatkan skor terendah dalam tolok ukur jaringan pertahanan, menempati urutan ke-14.

Menurut Alyssa, cara Indonesia menangani pandemi tidak disukai oleh para responden yang disurvei, yang terdiri dari kalangan diplomat, pengambil kebijakan, analis, serta pakar kesehatan.

"Para pakar ini juga berpandangan bahwa reputasi internasional Indonesia semakin memburuk akibat cara penanganan virus corona," katanya.

"Selain itu mereka juga berpandangan bahwa Indonesia tak berkontribusi banyak pada langkah-langkah multilateral dalam penanganan pandemi," tambah Alyssa.

Laporan ini menyebutkan Indonesia mengalami peningkatan besar dalam hal hubungan ekonomi, yaitu naik satu peringkat.

Peningkatan ini terutama mencerminkan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Australia (IA CEPA) yang mulai berlaku awal Juli lalu.

"Terkait dengan hubungan ekonomi, perolehan (skor) Indonesia mencerminkan ratifikasi IA CEPA. Perjanjian perdagangan bebas ini merupakan sinyal positif dari meningkatnya integrasi perdagangan kedua negara di kawasan," jelas Alyssa.

Baca juga: Anies: Temuan Kasus Positif Covid-19 Diasosiakan Buruk, Sesungguhnya Kabar Baik

Indeks Kekuatan Negara Asia

Laporan tahunan Asia Power Index mulai dilakukan Lowy Institute sejak 2018, mengukur sumber daya dan pengaruh negara-negara di Asia.

Ada 26 negara dan teritori yang diamati mulai dari Pakistan di sebelah barat, Rusia di utara, hingga Australia dan Amerika Serikat (AS).

Untuk tahun ini, indeks Lowy menggunakan tiga indikator baru untuk mengungkap ancaman ekologis, dialog keamanan, dan persepsi terhadap penanganan pandemi Covid-19.

Survei ini menyebutkan hanya tiga negara yang berasal dari kelompok negara dengan kekuatan menengah yang mengalami peningkatan pengaruh di tahun 2020 yaitu Vietnam, Australia, dan Taiwan.

Kemampuan ketiga negara ini menangani pandemi Covid-19 bukan satu-satunya kondisi yang menyebabkan hal itu.

Baca juga: Satgas: Dibandingkan Negara Lain, Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Terlalu Buruk

Sebab, ada negara lain seperti Selandia Baru dan Korea Selatan yang dianggap berhasil menangani pandemi namun tetap mengalami penurunan pengaruh.

Faktor lain yang menjadikan Vietnam, Australia, dan Taiwan kian berpengaruh yaitu kemampuan mereka memanfaatkan peluang untuk membentuk tatanan di kawasan, meskipun ketiga negara ini belum cukup kuat untuk memaksaan tatanan tersebut.

Laporan Lowy mengatakan kinerja ketiga negara ini menggambarkan bagaimana masa depan kawasan akan ditentukan oleh multipolaritas asimetris.

"Di saat AS maupun China tak dapat membangun keunggulan di Asia, maka pilihan dan kepentingan negara-negara middle powers yang akan jadi penentu," kata laporan itu.

Secara keseluruhan Vietnam telah menggeser Selandia Baru di posisi 12 tahun ini setelah mendapatkan skor tertinggi sebagai negara berpengaruh yaitu 1,3 poin.

Vietnam kini hanya berada 1 poin di bawah posisi Indonesia untuk skor keseluruhan.

Baca juga: Survei Indikator: 48,8 Persen Pengusaha Nilai Kinerja Pemerintah Pusat Tangani Covid-19 Buruk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Global
Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Global
Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Global
Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Global
Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Global
Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Global
Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Global
Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Global
Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Global
Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Global
Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.