Menolak Berjabat Tangan dengan Perempuan, Seorang Pria Batal Jadi Warga Jerman

Kompas.com - 18/10/2020, 21:56 WIB
Ilustrasi jabat tangan atau salaman justockerIlustrasi jabat tangan atau salaman

BERLIN, KOMPAS.com - Seorang pria dilaporkan kehilangan kesempatan menjadi warga negara Jerman setelah dia menolak jabat tangan dengan perempuan.

Si lelaki, diidentifikasi merupakan dokter asal Lebanon, datang ke Jerman pada 2002. Dia menolak berjabat tangan dengan alasan agama.

Namun, Pengadilan Baden-Württemberg (VGH) dalam putusan Jumat (16/10/2020) menyatakan si dokter tidak seharusnya mendapatkan kewarganegaraan.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Hindari Jabat Tangan, Salam Pipi, Berpelukan

Dalam pandangan pengadilan, menolak jabat tangan dengan alasan "konsepsi budaya dan nilai fundamental" karena perempuan adalah "bahaya godaan seksual" berarti menolak "integrasi kondisi hidup Jerman".

Berjanji kepada istrinya

Semua berawal ketika si dokter, yang saat ini merupakan tenaga medis senior di sebuah klinik, mengajukan naturalisasi pada 2012.

Dia pun menandatangani deklarasi untuk setia kepada konstitusi Jerman dan melawan ekstremisme. Dia pun lulus dengan nilai tinggi.

Tetapi, dia ditolak naturalisasinya setelah menolak berjabat tangan dengan pejabat perempuan saat sertifikatnya hendak diserahkan di 2015.

Dikutip Deutsche Welle Sabtu (17/10/2020), si pejabat kemudian menahan sertifikatnya dan memutuskan menolak permintaan jadi warga negara.

Baca juga: Sejumlah Daerah yang Telah Batasi Tradisi Jabat Tangan dan Cipika Cipiki

Saat itu, si dokter mengungkapkan dia sudah berjanji kepada istrinya untuk itdak bersalaman dengan perempuan lain. Dia pun melayangkan upaya hukum.

Namun, gugatannya ditolak di Pengadilan Administrasi Stuttgart, sehingga dia mengajukan banding ke VGH, yang juga ditolak.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X