Untuk Pertama Kalinya Kim Jong Un Beri Simpati ke Trump yang Positif Covid-19

Kompas.com - 03/10/2020, 07:58 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dalam sebuah pertemuan di wilayah keamanan bersama (JSA) Panmunjom di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dalam sebuah pertemuan di wilayah keamanan bersama (JSA) Panmunjom di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memberikan ucapan kepada Donald Trump agar dia cepat sembuh dari Covid-19. Momen pertama kali Kim memberikan ucapan kepada pemimpin negara yang positif terinfeksi.

Setelah Donald Trump mengumumkan positif terinfeksi virus corona, menurut media pemerintah mengatakan bahwa pemimpin negara komunis itu mengirimi Trump pesan yang berharap agar dia cepat sembuh, pada Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Naik Helikopter, Trump Dibawa ke RS Militer usai Dinyatakan Positif Covid-19

"Dia menyampaikan simpatinya kepada presiden dan ibu negara," lapor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi yang dilansir dari AFP.

"Dia sangat berharap agar mereka segera pulih. Dia berharap mereka pasti bisa mengatasinya. Dia mengirimkan salam hangat kepada mereka," lanjut laporan itu.

Baca juga: Trump Positif Covid-19, Ini Beragam Risiko Kesehatan yang Dihadapinya...

Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengatakan bahwa itu adalah pertama kalinya Kim mengirim ucapan selamat kepada seorang pemimpin dunia yang dinyatakan positif mengidap virus corona baru.

Trump mengumumkan pada Jumat dini hari bahwa dia telah dites positif Covid-19. Kemudian pada hari itu, dia menuju ke rumah sakit militer untuk observasi dan perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Wapres AS Mike Pence Negatif Virus Corona, Langsung Dijauhkan dari Trump

Trump dan Kim mengadakan 3 pertemuan penting mulai Juni 2018, setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Pyongyang pada awal masa jabatan Trump.

Namun, tidak ada yang konkret muncul dalam hal denuklirisasi Pyongyang, dan pembicaraan secara resmi terhenti selama berbulan-bulan.

Baca juga: Bagaimana Nasib Pilpres AS jika Trump Meninggal atau Tak Bisa Memimpin?

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada pertengahan September bahwa pembicaraan sedang berlangsung di belakang layar.

Trump secara konsisten menggambarkan hubungan dekatnya dengan Kim sebagai salah satu pencapaian kebijakan luar negerinya.

Baca juga: Simpati dan Cemooh, Reaksi Dunia untuk Trump yang Positif Covid-19


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Global
Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Global
India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Global
Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Global
Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk 'Daftar Hijau' Covid-19 Israel

Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk "Daftar Hijau" Covid-19 Israel

Global
Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Global
Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

Global
Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Global
Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Global
Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Global
komentar
Close Ads X