Upacara Tradisional Nobel Ditiadakan, Diganti Melalui Siaran Digital

Kompas.com - 23/09/2020, 11:24 WIB
Nobel Perdamaian www.nobelpeaceprize.orgNobel Perdamaian

STOCKHOLM, KOMPAS.com – Untuk pertama kalinya sejak 1944, perayaan penghargaan Nobel secara tradisional ditiadakan karena pandemi virus corona.

Sebagai gantinya, penyerahan penghargaan Nobel akan disiarkan melalui format siaran digital sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (22/9/2020).

Dalam tradisi penyerahan penghargaan Nobel biasanya, para pemenang diundang ke Stockholm untuk menerima medali dan ijazah dari raja Swedia secara langsung dalam upacara resmi yang digelar pada Desember.

"Situasi saat ini dengan (adanya) pandemi yang sedang berlangsung mengartikan tahun yang unik dalam sejarah Penghargaan Nobel. Karena idenya adalah medali dan ijazah diserahkan kepada para pemenang dengan aman di negara asal mereka," kata Nobel Foundation dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Trump Kasar dan Arogan, Tapi Layak Mendapat Nobel

Pada Juli, Nobel Foundation mengumumkan bahwa perjamuan mewah yang secara tradisional mengikuti upacara penghargaan akan dibatalkan tahun ini.

Selain itu, acara "Pekan Nobel", sebuah acara menjelang upacara penghargaan, akan mengambil "bentuk baru".

Upacara penyerahan penghargaan akan disiarkan dalam format digital "di mana pemberian hadiah tahun ini akan dijalin bersama dengan fitur-fitur dari berbagai belahan dunia."

Kepala Institut Nobel di Norwegia juga mengatakan upacara untuk Nobel Perdamaian - yang diadakan di Oslo pada 10 Desember - akan diperkecil.

Baca juga: Trump Dinominasikan Mendapat Nobel Perdamaian pada 2021

Upacara tersebut akan dipindahkan dari tempat megah yang biasa, Balai Kota Oslo, ke Auditorium Universitas Oslo yang lebih kecil karena pandemi.

Upacara penyerahan penghargaan terakhir kali dibatalkan pada tahun 1944 karena Perang Dunia II.

Sejarawan Nobel Gustav Kallstrand mengatakan meski Swedia tidak berpartisipasi dalam peperangan tersebut, beberapa penghargaan tidak diberikan dan sebagian lain ditunda.

Baca juga: Penerima Nobel Ekonomi: Pajaki Orang Kaya, Berikan Uangnya ke Orang Miskin

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Global
Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Global
Mantan Pramugari Bercinta dengan Remaja di Sekolah, Hanya Dipenjara Seminggu

Mantan Pramugari Bercinta dengan Remaja di Sekolah, Hanya Dipenjara Seminggu

Global
Minta Berhubungan Seks sebagai Ganti Bantuan Kemanusiaan, Staf Inggris Akan Dipecat

Minta Berhubungan Seks sebagai Ganti Bantuan Kemanusiaan, Staf Inggris Akan Dipecat

Global
Pemuda Jepang Ciptakan Layanan Teman Bercerita untuk Tekan Angka Bunuh Diri

Pemuda Jepang Ciptakan Layanan Teman Bercerita untuk Tekan Angka Bunuh Diri

Global
Polandia Zona Merah Covid-19, Presidennya Positif Corona

Polandia Zona Merah Covid-19, Presidennya Positif Corona

Global
Kesepian dan Depresi Diisolasi, Lansia Berharap Tidak Ada Lagi Lockdown

Kesepian dan Depresi Diisolasi, Lansia Berharap Tidak Ada Lagi Lockdown

Global
AstraZeneca Akan Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 di AS

AstraZeneca Akan Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 di AS

Global
Efek Kebijakan Imigrasi Trump, Ratusan Anak Migran Terpisah dari Orangtua

Efek Kebijakan Imigrasi Trump, Ratusan Anak Migran Terpisah dari Orangtua

Global
Pertama Kalinya dalam 13 Tahun, Jepang Akan Rekrut Astronaut pada 2021

Pertama Kalinya dalam 13 Tahun, Jepang Akan Rekrut Astronaut pada 2021

Global
Pistachio, Anjing Berbulu Hijau yang Langka Lahir di Italia

Pistachio, Anjing Berbulu Hijau yang Langka Lahir di Italia

Global
Pemilik Kastil Setan Bernilai Rp 52,1 Miliar Mulai Merasakan Tempatnya Berhantu

Pemilik Kastil Setan Bernilai Rp 52,1 Miliar Mulai Merasakan Tempatnya Berhantu

Global
Mufti Damaskus yang Tewas dalam Ledakan Mobil adalah Seorang Pejuang

Mufti Damaskus yang Tewas dalam Ledakan Mobil adalah Seorang Pejuang

Global
Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Global
Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Global
komentar
Close Ads X