"Trump Kasar dan Arogan, Tapi Layak Mendapat Nobel"

Kompas.com - 16/09/2020, 09:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang AFP/GETTY IMAGES/LOGAN CYRUSPresiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang

OSLO, KOMPAS.com – Anggota parlemen Norwegia Christian Tybring-Gjedde berkeras bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump layak menjadi kandidat penerima Nobel Perdamaian 2021.

Tybring-Gjedde, yang menominasikan Trump peraih penghargaan bergengsi itu pada 10 September, mengatakan Trump layak mendapatkannya meski tampil sebagai orang yang “kasar dan sombong”.

Alasannya adalah Trump menjadi perantara kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab ( UEA) dengan Israel.

Dilansir dari AFP, Selasa (15/9/2020), pencalonan Trump menjadi kandidat penerima Nobel Perdamaian 2021 oleh Tybring-Gjedde memicu keributan.

Baca juga: Trump Dinominasikan Mendapat Nobel Perdamaian pada 2021

Sementara itu Komite Nobel Norwegia menyambut semua nama yang diajukan setiap tahun hingga sebelum 31 Januari untuk tahun yang bersangkutan.

Nama-nama tersebut juga harus diajukan oleh mereka yang memenuhi syarat seperti anggota parlemen dan pemerintah dari seluruh dunia, mantan pemenang, dan sejumlah profesor universitas.

Inisiatif Tybring-Gjedde menjadi berita utama di seluruh dunia dan hanya berselang kurang dari dua bulan menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November.

Sebelumnya, Tybring-Gjedde juga mengajukan nama Trump sebagai calon kandidat penerima Nobel Perdamaian pada 2018.

Baca juga: Trump Tak Keberatan jika Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

Sedangkan Trump menikmati pencalonan nominasi tersebut dan mengunggah banyak tweet untuk merayakannya.

Pada Selasa, Tybring-Gjedde menulis di harian Norwegia Aftenposten alasan dia mengajukan Trump sebagai kandidat penerima nobel untuk kedua kalinya.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Global
Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Global
Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Global
Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Global
3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

Global
Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Global
Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Global
Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Global
Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Global
Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Global
Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Global
Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Global
[Cerita Dunia] Martin Luther Mungkin Tidak Memaku 95 Dalilnya di Pintu Gereja

[Cerita Dunia] Martin Luther Mungkin Tidak Memaku 95 Dalilnya di Pintu Gereja

Global
Pemerintah Italia Dituduh Datangkan Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis

Pemerintah Italia Dituduh Datangkan Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis

Global
komentar
Close Ads X