Anak Hasil Perselingkuhan Mantan Raja Belgia Gugat Gelar Bangsawan

Kompas.com - 12/09/2020, 06:15 WIB
Delphine Boel, perempuan yang mengaku sebagai anak dari hasil perselingkuhan mantan Raja Belgia, Albert II. EPA via BBCDelphine Boel, perempuan yang mengaku sebagai anak dari hasil perselingkuhan mantan Raja Belgia, Albert II.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Anak hasil perselingkuhan mantan Raja Belgia, Albert II, tengah berupaya agar pengadilan mengabulkan permohonannya agar dirinya mendapat hak dan gelar bangsawan yang sama seperti anak-anak raja dari pernikahan sah.

Gugatan Delphine Boel, 52, diajukan ke pengadilan di Brussels setelah pada Januari lalu Albert II akhirnya mengakui dia adalah ayah kandung Boel. Padahal selama lebih dari satu dekade dia berkeras menentang klaim Boel.

Ibu Boel, Baroness Sybille de Selys Longchamps, mengklaim menjalani "hubungan gelap" selama 18 tahun dengan Albert sebelum pria itu menjadi raja.

Baca juga: Dugaan Punya Anak Tidak Sah, Mantan Raja Belgia Diminta Tes DNA

Rumor bahwa Albert memiliki anak dari hubungan selingkuh pertama kali mengemuka pada 1999 dalam buku biografi tak resmi mengenai istri Albert, Ratu Paola. Hal ini memicu pemberitaan terus-menerus mengenai skandal di lingkungan kerajaan Belgia.

Boel pertama kali terekam menuding Raja Albert II adalah ayah kandungnya ketika dia diwawancarai pada 2005 lalu.

Namun, baru setelah Albert lengser dari takhtanya—sekaligus kehilangan kekebalan hukum— Boel mengajukan gugatan di pengadilan.

Pengacaranya mengatakan pada Kamis (10/9/2020) bahwa dia menghendaki hak yang sama seperti tiga anak Albert lainnya, Philippe (yang kini bertakhta sebagai raja Belgia), Pangeran Laurent, dan Putri Astrid.

"Posisi Delphine bukanlah mengenai dia ingin atau tidak ingin menjadi putri," kata pengacara Marc Uyttendaele.

"Dia tidak ingin menjadi anak yang didiskon, dia ingin hak istimewa yang sama, gelar, dan kapasitas seperti abang dan kakaknya."

Baca juga: Mantan Raja Belgia Jalani Tes DNA setelah Seniman Mengaku sebagai Putrinya

Berbagai laporan menengarai anak-anak Boel bisa mendapat gelar kebangsawanan jika pengadilan mengabulkan permohonannya.

Pengacara Albert mengatakan Boel hanya bisa diberikan gelar "putri" melalui dekrit kerajaan, bukan pengadilan.

Baroness Longchamps mengaku hubungan perselingkuhan dengan Albert berjalan antara 1966 hingga 1984. Bahkan, menurutnya, Albert hadir saat Boel masih kanak-kanak.

Albert naik takhta menjadi raja tak terduga, yaitu ketika abangnya meninggal dunia pada 1993 pada usia 62 tahun.

Dia menduduki posisi itu sampai Juli 2013. Kala itu dia mengumumkan bahwa dirinya turun takhta karena alasan kesehatan buruk. Posisinya kemudian digantikan putranya, Philippe.

Baca juga: Eks Raja Belgia Keluhkan Uang Pensiun Rp 14 Miliar Setahun

Pria berusia 86 tahun itu menolak perintah pengadilan untuk melakukan tes DNA sampai kemudian dia didenda sebesar 5.000 euro (Rp 89 juta) per hari.

Pada Januari, dia mengumumkan bahwa dirinya mengakui Boel sebagai anak keempatna setelah "mengetahui hasil tes DNA".

Pengacara Uyttendaele mengatakan pengakuan Albert ketika itu membuat Boel merasa "lega".

"Hidupnya merupakan mimpi buruk yang panjang karena pencarian identitas," kata Uyttendaele kepada stasiun televisi RTL.

Belgia menganut monarki konstitusional sehingga raja hanya menjalankan peran seremonial.

Baca juga: Diantar Ayahnya ke Sekolah, Anak Raja Belgia Tak Pakai Masker


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X