Partai Pejuang Tanah Air Kalah Telak, Pesona Politik Mahathir Memudar?

Kompas.com - 30/08/2020, 11:59 WIB
Eks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat berbicara dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Jumat (7/8/2020). POOL/VINCENT THIAN via REUTERSEks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat berbicara dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Jumat (7/8/2020).

SLIM, KOMPAS.com – Pukulan telak dialami mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Partai baru pimpinannya, Partai Pejuang Tanah Air, tak berdaya pada pemilu sela yang digelar di daerah pemilihan (dapil) Slim, Sabtu (29/9/2020).

Amir Khusyairi Mohd Tanusi, calon yang diusung Pejuang hanya mampu meraih 13,69 persen dukungan. Kandidat partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO), Mohd Zaidi Aziz, menang telak dengan 84,53 persen suara.

UMNO memang sejak awal difavoritkan mempertahankan kursi untuk parlemen negara bagian Perak ini. Slim adalah kota kecil agraris yang merupakan basis kuat UMNO sejak pemilu 2004.

Baca juga: Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Pejuang pun realistis. Kendaraan politik yang baru berusia 2 minggu ini berharap minimal dapat meraih 40 persen suara.

Namun alih-alih meraih angka tersebut, yang ada UMNO berhasil melipatgandakan dukungannya.

Mahathir mendirikan Pejuang dengan harapan dapat memecah suara suku Melayu seperti yang dilakukan Bersatu, mantan partai Mahathir, pada pemilu 2018.

Namun, hasil ini memberi sinyal kuat suara Melayu tidak terpecah karena bersatunya tiga partai Melayu masing-masing UMNO, Partai Islam Se-Malaysia (PAS), dan Bersatu pada pemilu sela ini.

Baca juga: Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Pudarnya Pesona Politik Mahathir?

Mengandalkan nama besar Mahathir, Pejuang berkampanye dengan tema melawan “pemerintahan ilegal” bentukan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Seperti diketahui, Mahathir dipecat oleh mantan partainya Bersatu setelah menolak mendukung Muhyiddin dan koalisi pimpinannya Perikatan Nasional.

Politisi kawakan berusia 95 tahun itu turun langsung berkampanye untuk Khusyairi mengingatkan pemilih untuk tidak memilih calon yang dapat dibeli dan gampang mengubah haluan politik.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X