Pesan Seorang Ayah kepada Pembunuh di Masjid Selandia Baru: "Keadilan Sejati" Menantimu di Akhirat

Kompas.com - 26/08/2020, 17:32 WIB
Brenton Tarrant, teroris yang menyerang jemaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 ketika menghadiri sidang vonis pada 24 Agustus 2020. REUTERS PHOTO/POOL/JOHN KIRK-ANDERSONBrenton Tarrant, teroris yang menyerang jemaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 ketika menghadiri sidang vonis pada 24 Agustus 2020.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Ayah dari Mucaad Ibrahim yang berusia 3 tahun, korban tewas termuda dari penembakan di masjid Selandia Baru, mengatakan kepada penembak putranya bahwa "keadilan sejati" akan menantinya di akhirat.

Aden Ibrahim Diriye yang kehilangan putra kecilnya tepat dihadapannya, memiliki pesan mendalam kepada sang tersangka penembakkan, Brenton Tarrant.

"Anda telah membunuh anak saya dan bagi saya itu seperti Anda telah membunuh seluruh Selandia Baru," pesan Diriye yang disampaikan oleh anggota keluarganya selama sidang hukuman untuk Tarrant pada Rabu (26/8/2020), seperti yang dilansir dari Reuters pada hari yang sama.

“Ketahuilah bahwa keadilan sejati menunggu Anda di kehidupan selanjutnya dan itu akan jauh lebih parah. Aku tidak akan pernah memaafkanmu atas apa yang telah kamu lakukan," lanjutnya.

Pria bersenjata bernama Brenton Tarrant, warga Australia berusia 29 tahun yang ditangkap oleh pihak berwajib karena aksi brutalnya yang membunuh 51 orang, dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap 40 orang, serta satu tuduhan tindakan teroris yang ia lakukan secara live streaming di Facebook, pada 2019 silam, di kota Christchurch.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Penembakan Jacob Blake, Demo Besar Pecah Lagi di AS | Kim Jong Un Dirumorkan Koma, Paman Kim Disebut Bakal Ambil Alih Kekuasaan

Hukuman atas tindakan brutalnya diagendakan akan diputuskan pada pekan ini oleh pengadilan.

Atas tindakkan pembunuhannya, Tarrant terancam hukuman seumur hidup tanpa mendapatkan pembebasan bersyarat, hukuman yang belum pernah digunakan di Selandia Baru.

Para korban selamat dan keluarga korban telah angkat suara di pengadilan pekan ini dan banyak yang mendesak hakim untuk menjatuhkan hukuman yang paling berat kepada Tarrant.

Diriye, seorang pengungsi dari Somalia yang pindah ke Selandia Baru 25 tahun lalu, mengatakan kepada pengadilan bahwa masa depan putranya telah dirampas.

“Dia dulu suka bermain polisi-polisian. Di rumah dia akan berlarian di sekitar rumah berpura-pura menjadi polisi dan memakai seragam polisi. Kami pikir suatu hari dia akan menjadi petugas polisi," kata Diriye dalam pernyataannya.

Baca juga: Korban Penembakan Masjid Selandia Baru Kisahkan Saat Setan Datang dan Membunuh Mereka

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Global
Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Global
33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

Global
Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Global
PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

Global
'El Chapo' Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

"El Chapo" Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

Global
Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Global
Jill Biden Sebut Dirinya 'Ibu Garda Nasional' Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Jill Biden Sebut Dirinya "Ibu Garda Nasional" Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Global
11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

Global
Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Global
Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Global
Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Global
Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Global
[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

Global
Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Global
komentar
Close Ads X