Hindari Kuman, Maskapai Penerbangan Jepang, ANA Uji Coba 'Gerendel Sikut' Pintu Toilet Pesawat

Kompas.com - 23/08/2020, 16:22 WIB
ANA berharap gerendel pintu yang dibuka dengan sikut dapat mengurangi penularan lewat kuman. BBC IndonesiaANA berharap gerendel pintu yang dibuka dengan sikut dapat mengurangi penularan lewat kuman.

KOMPAS.com - Toilet di pesawat kemungkinan adalah salah satu tempat yang ingin dihindari untuk disentuh para penumpang dan pandemi Covid-19 membuat situasi lebih parah.

Maskapai penerbangan Jepang, All Nippon Airways ( ANA) kini mencoba untuk membuat pintu toilet dapat dibuka tanpa dipegang, dengan gerendel pintu yang dapat dibuka dan ditutup dengan sikut.

Gerendel pintu seperti ini tengah diuji coba di bandara udara Haneda sampai akhir Agustus 2020.

Baca juga: Museum Ninja di Jepang Dirampok, Uang Rp 139 Juta Raib

ANA tengah mengumpulkan masukan dari berbagai pihak sebelum memutuskan kapan sistem ini dapat diterapkan.

Seorang juru bicara ANA mengatakan rancangan ini baru sampai tahap "sangat awal fase uji coba".

Pengalaman buka pintu tanpa dipegang

Pintu toilet dengan " gerendel sikut" pertama diuji coba di bandara Haneda pada pertengahan Juni.

Ada dua komponen berbeda dalam mekanisme mengunci pintu, yang dikembangkan oleh pemasok interior pesawat, Jamco.

Komponen pertama termasuk kunci geser yang memungkinkan pengguna mengunci dan membuka pintu dari dalam.

Baca juga: PM Jepang Shinzo Abe 7 Jam Diperiksa di Rumah Sakit, Ada Apa?

Komponen kedua memungkinkan pengguna menekan pintu agar terbuka, sehingga mereka bisa keluar dari toilet.

Seorang juru bicara ANA mengatakan kepada BBC bahwa sebagian pesawat telah dilengkapi dengan sensor di toilet.

Maskapai penerbangan Jepang itu memutuskan bahwa mereka ingin mengembangkan proses membuka pintu tanpa menggunakan tangan.

Pada awalnya, ANA mengeksplorasi cara membuka dan menutup pintu toilet dengan kaki, namun membatalkan rencana itu karena alasan keamanan, seperti turbulensi dan penumpang yang mungkin sedang kehilangan keseimbangan di udara.

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, tapi Masyarakat Jepang Sudah Jenuh Lockdown

Tidak jelas apakah gerendel pintu dengan menggunakan sikut ini dapat lolos dari standar peraturan udara sebelum akhirnya diluncurkan.

Para teknisi pesawat dari perusahaan Haeco Americas saat ini juga mengembangkan pintu kamar mandi yang dapat dibuka tanpa disentuh dengan menggunakan sensor, menurut CNBC.

Namun tidak hanya pintu toilet pesawat yang tak ingin disentuh orang.

Satu pertokoan di ibu kota Thailand, Bangkok, mengganti tombol di lift dengan pedal kaki untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Angkatan Udara Jepang Semakin Terancam dengan Operasi Udara Pasukan China

Namun menurut badan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC), menyentuh permukaan atau barang yang terkontaminasi virus dan kemudian menyentuh muka, "diperkirakan bukan penyebab utama penyebaran virus".

Bulan Mei lalu, CDC memperbarui aturan yang menyebutkan Covid-19 menyebar "sangat mudah" dari orang ke orang melalui cipratan ludah orang yang tertular saat orang itu berbicara, batuk, bersin atau bernapas.

Namun, CDC masih tetap menganjurkan orang untuk sering mencuci tangan dan bahwa berbagai permukaan seperti gerendel pintu, keran di kamar mandi perlu dibersihkan dengan disinfektan setiap hari.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X