Istana Bersejarah Berusia 160 Tahun Rusak Parah akibat Ledakan Beirut, Lebanon

Kompas.com - 11/08/2020, 10:05 WIB
Pecahan kaca dan bingkai jendela tergeletak di lantai Istana Sursock yang rusak berat pasca-ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon. Tingkat kerusakan akibat ledakan pada Selasa (4/8/2020) pekan lalu adalah 10 kali lebih buruk dari apa yang terjadi selama 15 tahun perang saudara. AP Photo/Felipe DanaPecahan kaca dan bingkai jendela tergeletak di lantai Istana Sursock yang rusak berat pasca-ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon. Tingkat kerusakan akibat ledakan pada Selasa (4/8/2020) pekan lalu adalah 10 kali lebih buruk dari apa yang terjadi selama 15 tahun perang saudara.

BEIRUT, KOMPAS.com - Sebuah istana berusia 160 tahun ikut hancur akibat ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, pekan lalu.

Padahal, Istana Sursock tersebut baru saja pulih direstorasi setelah hancur karena perang saudara yang berlangsung pada 1975 hingga 1990.

Butuh 20 tahun lamanya untuk merestorasi istana tersebut setelah perang saudara usai sebagaimana dilansir dari Associated Press, Senin (10/8/2020).

"Dalam sekejap, semuanya hancur lagi," kata pemilik Istana Sursock, Roderick Sursock.

Baca juga: Eksodus Kabinet Lebanon, 5 Menteri dan PM Mundur akibat Ledakan Beirut dan Krisis Ekonomi

Laning-langit istana tersebut runtuh, beberapa dinding juga roboh. Bahkan lantai atas istana tersebut juga sudah tidak ada lagi.

Roderick bahkan mengklaim kerusakan akibat ledakan yang mengguncang Beirut pekan lalu 10 kali lebih parah daripada kerusakan yang disebabkan oleh perang saudara.

Istana Sursock dibangun pada 1860 di atas bukit di jantung kota Beirut dan menghadap ke pelabuhan.

Beragam karya seni bersejarah disimpan di istana tersebut seperti furnitur di era Kekaisaran Ottoman, kerajinan marmer, dan lukisan dari Italia.

Baca juga: Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Karya seni di dalam Istana Sursock dikumpulkan oleh Keluarga Sursock selama tiga generasi lamanya.

Keluarga Sursock adalah keluarga Ortodoks Yunani yang berasal dari Istanbul (dulu bernama Konstantinopel) dan menetap di Beirut pada 1714.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X