Kebakaran Hutan California Hanguskan 8.000 Hektar, 7.800 Warga Mengungsi

Kompas.com - 03/08/2020, 18:48 WIB
Para pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di dekat permukiman California, Sabtu (1/8/2020). Kebakaran hutan yang dinamai Apple Fire ini telah menghanguskan 8.000 hektare lahan hingga Senin (3/8/2020), dan membuat 7.800 warga diungsikan. AFP/JOSH EDELSONPara pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di dekat permukiman California, Sabtu (1/8/2020). Kebakaran hutan yang dinamai Apple Fire ini telah menghanguskan 8.000 hektare lahan hingga Senin (3/8/2020), dan membuat 7.800 warga diungsikan.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Kebakaran hutan di California, Amerika Serikat ( AS), membuat lebih dari 2.200 petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.

Kebakaran terjadi pada Senin (3/8/2020) di California selatan, dan mengancam ribuan orang serta rumah-rumah di sisi timur Los Angeles.

Kebakaran yang disebut Apple Fire ini bermula pada Jumat (31/7/2020) di dekat kota San Bernardino.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Restoran dan Bar di California Ditutup Kembali

Sejauh ini api telah membakar lebih dari 8.000 hektar lahan, dan kepulan asap terlihat dari berkilo-kilometer jauhnya.

Dinas Kehutanan Amerika Serikat mengatakan, kebakaran dipicu oleh rendahnya kelembaban dan suhu tinggi.

Kemudian AFP memberitakan, hampir 7.800 orang diungsikan dari 2.600 rumah. Pihak berwenang mengatakan, belum diketahui kapan mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.

Baca juga: Penembakan di Walmart, California, 2 Orang Tewas 4 Orang Luka

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 'Pemulung' 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Bocah "Pemulung" 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Global
Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Global
Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Global
Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online 'Tantangan Horor'

Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online "Tantangan Horor"

Global
Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Global
Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Global
Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Global
Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Global
Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Global
Biden Sebut 'Insya Allah' Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Biden Sebut "Insya Allah" Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Global
Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Global
Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Global
Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Global
Pengakuan 'Twitter Killer', Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Pengakuan "Twitter Killer", Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Global
Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Global
komentar
Close Ads X