Dokter Filipina Resah soal Sistem Kesehatan di Tengah Covid-19, Duterte Meradang

Kompas.com - 03/08/2020, 18:08 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara selepas kunjungan dari Israel di Bandara Internasional Davao City, Davao, pada 8 September 2018. REUTERS PHOTO/Lean Daval JrPresiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara selepas kunjungan dari Israel di Bandara Internasional Davao City, Davao, pada 8 September 2018.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meradang setelah ada dokter yang mengungkapkan keresahan mengenai sistem kesehatan di tengah Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan presiden berjuluk The Punisher itu dalam pesan pada Senin pagi waktu setempat, dilaporkan Al Jazeera (3/8/2020).

Duterte menyatakan, dokter yang menyuarakan mengenai situasi sistem kesehatan di Filipina hendak "mendeklarasikan revolusi".

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat sejak Juni, Filipina Lockdown Lagi dan Kurung 27 Juta Orang

"Anda sama sekali tak mengenal saya. Anda ingin revolusi? Maka katakanlah. Silakan. Coba saja," kecam mantan Wali Kota Davao itu.

Dia berujar dari klaim si tenaga kesehatan, jajarannya seakan mengacaukan segalanya dengan menembak mati siapa pun yang terinfeksi Covid-19.

"Apa itu yang kalian inginkan? Kita tentu bisa mengakhirinya dengan cara seperti itu," jelas presiden yang akrab disapa Digong itu.

Tidak jelas apa yang disebut sang presiden dengan revolusi. Karena tenaga kesehatan tersebut sama sekali tak menyuarakan melawan pemerintah.

Pernyataan Duterte itu bertolak belakang dengan sebelumnya, di mana dia mengatakan memahami keresahan yang disampaikan tenaga medis.

Sebanyak 80 kelompok lokal, berisi 80.000 dokter dan perawat, menyerukan adanya pengetatan peraturan karena Filipina terancam di ambang kekalahan melawan Covid-19.

"Saya mendengar kalian. Jangan sampai putus harapan. Kami sangat paham jika Anda semua begitu letih," kata sang presiden dalam siaran televisi.

Baca juga: Para Dokter Kewalahan Tangani Covid-19, Presiden Duterte Didesak untuk Perketat Lockdown

Halaman:
Baca tentang

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

Global
Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Global
Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Global
Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Global
Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Global
Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Global
China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

Global
Perempuan Berdaya: 'Diet Jepang 1975', Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Perempuan Berdaya: "Diet Jepang 1975", Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Global
Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Global
Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Global
'Roller Coaster' Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

"Roller Coaster" Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

Global
Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Global
Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Global
Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan 'Perang Dingin'

Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan "Perang Dingin"

Global
komentar
Close Ads X