Alat Tes "Swab" Patah di Dalam Hidung, Anak Laki-laki Ini Meninggal Dunia

Kompas.com - 15/07/2020, 10:50 WIB
Anak ini meninggal setelah alat tes swab patah di dalam hidungnya. Twitter via Gulf NewsAnak ini meninggal setelah alat tes swab patah di dalam hidungnya.

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang anak lelaki di Arab Saudi meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Shaqra setelah sebuah alat periksa swab hidung patah di dalam hidungnya.

Melansir Sabaq News, anak laki-laki itu dibawa ke rumah sakit karena menderita demam tinggi. Dia kemudian mendapat tindakan medis untuk memeriksa apakah anak itu menderita Covid-19.

Namun, ketika diperiksa menggunakan alat swab yang dimasukkan ke hidungnya, alat itu patah di dalam hidung sehingga membuat dokter menggunakan anestesi umum untuk menunjukkan hasil swab dari tenggorokkannya.

Baca juga: Bilik Tes Swab Virus Corona di Korea Selatan Kreatif dan Efektif

Anak itu dibiarkan kemudian tanpa tindak lanjut yang menyebabkan dia kehilangan kesadaran karena penyumbatan saluran pernapasan.

Melansir Gulf News, dia meninggal dunia 24 jam setelah memasuki rumah sakit tersebut.

Ayah anak itu, Abdullah Al Joufan, menceritakan detil kecelakaan tragis itu. Dia membenarkan bahwa dia menolak menjalani anestesi umum untuk anaknya.

Tetapi dokter bersikeras dengan menunjukkan bahwa setelah tindakan, anak itu akan diperiksa oleh dokter spesialis anak, padahal staf rumah sakit mengatakan dokter spesialis anak sedang cuti.

Baca juga: Cegah Corona, Arab Saudi Pasang Gerbang Sterilisasi di Pintu Masuk Masjidil Haram

Menurut Al Joufan, orang-orang bingung pada hari berikutnya karena anaknya tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat saluran pernapasan yang terhalang.

Di tengah upaya untuk terus membuat anak itu sadar kembali, Al Joufan menyadari kalau kesehatan anaknya memburuk dan meminta pihak rumah sakit memindahkan putranya ke rumah sakit khusus di Riyadh.

Meski pun disetujui, ambulans datang terlambat. Anak lelaki Al Joufan sudah meninggal dunia.

Sang ayah kemudian menyerahkan 2 laporan terkait penyelidikan atas kematian putranya dan penanganan yang salah atas situasi tersebut.

Baca juga: Sebut Perempuan Harus di Rumah dan Tak Usah Kerja, Pria Arab Saudi Diburu Polisi

Dia meminta menteri kesehatan untuk membentuk komite penyelidikan sesegera mungkin.

Dia sendiri telah mendapatkan panggilan telepon dari Menteri Kesehatan, Dr Tawfiq Al Rabiah yang menyampaikan bela sungkawa atas kematian putranya, serta dari Direktur Urusan Kesehatan di Riyadh Hassan Al Shahrani.

Dia menekankan bahwa menteri tersebut berjanji untuk menindaklanjuti kasus kematian putranya.

Baca tentang

Sumber Gulf News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X