Dituduh Mata-mata CIA, Mantan Pegawai Kemenhan Iran Dieksekusi

Kompas.com - 14/07/2020, 19:40 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengumumkan telah mengeksekusi seorang mantan pegawai kementerian pertahanan, Reza Asgari, karena didakwa menjual informasi ke Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Pengadilan, Gholamhossein Esmaili, mengatakan eksekusi terhadap Asgari telah berlangsung pekan lalu sebagaimana dilansir dari BBC, Selasa (14/7/2020).

Dia mengatakan bahwa Asgari telah membocorkan rincian program rudal Iran kepada badan intelijen AS, CIA, dan menjadi mata-matanya.

Asgari membocorkan rahasia Iran tersebut setelah dia pensiun dari Divisi Kedirgantaraan Kementerian Pertahanan Iran pada 2016.

Namun demikian, Esmaili tidak memerinci kapan Asgar ditangkap, diadili, dan dieksekusi.

Baca juga: Setelah Serang Jalur Gaza, Israel Luncurkan Satelit Mata-mata

Selain mengeksekusi Asgari, Iran juga mengeksekusi seorang lelaki, Mahmoud Mousavi-Majd, yang diduga sebagai mata-mata

Dia telah dijatuhi hukuman mati karena memberikan informasi intelijen kepada CIA dan dinas intelijen Israel, Mossad, tentang pergerakan pasukan Iran di Suriah.

Para pejabat AS belum memberikan komentar terkait eksekusi Asgari dan Mahmoud Mousavi-Majd.

Pada Juli, Kementerian Intelijen dan Keamanan Nasional Iran melaporkan telah menangkap 17 orang yang dituduh mengumpulkan informasi tentang sektor nuklir dan militer Iran untuk disetor ke CIA.

Halaman:

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X