Kompas.com - 16/06/2020, 19:09 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

ABADAN, KOMPAS.com - Seorang wanita berusia 19 tahun dipenggal kepalanya oleh suaminya, saat ditemukan setelah menghilang satu tahun karena selingkuh.

Dilansir dari Daily Mail Senin (15/6/2020), wanita itu langsung kabur di hari kedua pernikahan mereka yang dilakukan secara paksa.

Suaminya berusia 23 tahun yang juga sepupu istrinya. Dia menyerahkan diri ke kantor polisi Valiasr di Abadan, Iran, Minggu (14/6/2020) sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Ia datang ke kantor polisi sambil membawa pisau yang berlumuran darah.

Baca juga: 5 Kasus Honor Killings Tersadis yang Sempat Menghebohkan Dunia

Kepada petugas dia berkata telah memenggal kepala istrinya, karena perselingkuhan. Tubuh sang istri ditinggalkan di daerah bahar 56, sebelah Sungai Bahmanshir, demikian yang dilaporkan Iran International TV.

Dalam sebuah pernyataan polisi mengatakan, "Seorang pengantin muda kabur dari rumah dengan pria lain, dua haru setelah pernikahan mereka setahun yang lalu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pengantin pria muda mencari istrinya selama setahun sampai dia menemukannya di Mashhad (965 kilometer jauhnya) dan mendatangi istrinya dengan dalih dia telah memaafkannya."

Saat diinterogasi, pria itu mengatakan kepada polisi bahwa istrinya kelahiran 2001 dan adalah sepupunya.

Ia juga dilaporkan berkata kepada polisi bahwa telah memenggal kepala istrinya "di waktu yang tepat".

Baca juga: Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Menurut hukum Iran, seorang pria dapat membunuh istrinya tanpa hukuman jika dia menangkap basah si istri dengan pria lain.

Akan tetapi di kasus ini, media lokal menyebut wanita muda itu sebagai "pengantin yang kabur" usai meninggalkan suaminya.

Kasus pembunuhan yang juga dikenal dengan istilah honor killings ini terjadi di provinsi Khuzestan, Iran. Wilayah itu memang identik dengan kasus-kasus honor killings.

Menurut ahli patologi sosial yang dikutip Daily Mail, banyak pria melakukan honor killings menderita penyakit fisik dan mental. Mereka menganggap istri dan anak perempuannya sebagai bagian dari harta mereka.

Abbas Jafari Dolatabadi, mantan Ketua Pengadilan Provinsi Khuzestan, menganggap terjadinya honor killings sebagai masalah serius di provinsi tersebut.

Dia menyatakan, honor killings di Khuzestan telah "disahkan" dan "kebiasaan setempat memungkinkan pembunuhan ini terjadi, dan para pelaku pembunuhan ini sama sekali bukan buronan."

Baca juga: Anak Perempuan Ini Diperkosa Ayahnya 150 Kali Sejak Usia 14 Tahun

"Sayangnya, honor killings terjadi di provinsi ini dengan cara yang sangat tragis, dan keluarga para korban biasanya tidak menuntut hukuman dari si pembunuh."

Berita suami penggal kepala istrinya ini muncul ketika Dewan Wali Iran menyetujui RUU untuk melindungi anak di bawah umur, akibat proses hukum yang tertunda atas kasus pembunuhan Romina Ashrafi, yang dibunuh bulan lalu oleh ayahnya.

Menyusul protes atas kematian Romuna, badan tertinggi Iran menanggapinya dengan menyangkal kelalaian dan menyiratkan bahwa honor killings tidak dapat dicegah hukum.

Juru bicara Dewan Wali Abassali Kadkhodaei mengatakan, "Sebuah hukum tunggal tidak dapat menyelesaikan masalah seperti ini, yang memiliki akar budaya, sosial, dan kadang-kadang ekonomi."

Editor Iran International Sadeq Saba berujar, "Pembunuhan terbaru wanita 19 tahun di Khuzestan, menunjukkan tidak ada cukup perlindungan bagi perempuan di seluruh Iran."

Ia menambahkan, "Meskipun rezim menyangkal disalahkan atas jumlah kasus honor killings di Iran, lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi wanita dalam kawin paksa."

Baca juga: Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun, Remaja Ini Dibunuh Ayahnya Secara Brutal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Global
Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Global
Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Global
Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Global
Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Global
Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Global
Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Global
Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Global
Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Global
Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.